Di sinilah pentingnya memadukan literasi digital dengan literasi budaya dan kewargaan. Pada literasi budaya dan kewargaan, Gen Z dituntut memiliki kemampuan memahami dan bersikap terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita yang luhur. Mereka diharapkan punya kemampuan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemilu 2024 dapat menjadi bukti akan kemampuan teknis dan etis yang dipunyai Gen Z tersebut. Kita tentu percaya Gen Z akan menggunakan haknya sebagai warga negara dan hak politiknya, sebagai bentuk cintanya pada Republik Indonesia. (*)
Peran Gen Z dalam Pemilu 2024
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dosen FIB Unhas itu menandaskan bahwa di masanya, Galesong menjadi simpul penting jalur maritim Nusantara, sama dengan Tallo. Daerah ini bahkan punya figur ikonik ternama, yakni Karaeng Galesong. Menurut Aminuddin…

Dengan demikian, Pilrek UNM tidak semata dipahami sebagai mekanisme suksesi kepemimpinan, melainkan sebagai arena konsolidasi tata kelola kelembagaan. Plt Rektor berperan sebagai penjamin stabilitas, mediator kepentingan, dan fasilitator proses demokrasi…

“Kemajuan teknologi AI harus diarahkan sebagai instrumen untuk memperluas ruang perjumpaan seperti yang diusung dalam Dialog Budaya ini, bukan sebagai dinding pemisah baru. Generasi Alpha perlu diajarkan etika digital bahwa…

Ramadhan memang bulan penuh berkah. Bulan ampunan. Bulan di mana pintu-pintu langit terbuka lebar. Namun bagi saya, Ramadhan juga adalah bulan kenangan—tentang suara Ibu di waktu sahur, tentang nasihat Ayah…

“Paling sering saya di Warkop Phoenam, Jalan Jampea, karena mobilitas masih tinggi, dan dekat dengan Balai Kota Makassar,” terang pria yang masih tetap perlente itu. Menurutnya, Warkop Phoenam di Jalan…







