Kata-kata bijak koleksi saya itu, kian lama kian banyak. Itu karena beberapa media juga kerap menampilkannya, untuk mengisi kolom majalah atau surat kabarnya. Karena jumlahnya yang banyak, saya lalu membundelnya dan memberi judul “Mutiara Anak”. Inilah yang jadi bahan baku saya membuat program di Radio Simfoni FM tersebut.
Namun sebelum itu, beberapa kata bijak saya gunakan sebagai materi kampanye saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN), 23 Juli 2000. Kata-kata bijak bertema anak itu saya desain sederhana, lalu digandakan dengan cara difotokopi pada kertas concorde dan diberi pita. Jadi mirip selebaran, yang dibagikan kepada pengendara saat aksi damai di dekat Monumen Mandala, Jalan Jenderal Soedirman, Makassar.
Pada tahun 2001, kata-kata bijak tema anak itu kami padukan dengan gambar-gambar karya anak-anak dampingan sejumlah LSM anak di Makassar. Perpaduan kata-kata bijak tema anak dan gambar-gambar karya anak-anak itu lantas dibukukan dengan judul “Anak”. Penyusun buku ini, saya dan Fadiah Machmud, kala itu Office Manager Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan.
Dalam buku itu, Prof Dr Mansyur Ramly, selaku Ketua LPA Sulawesi Selatan memberikan kata sambutan, juga Purwanta Iskandar, sebagai Kepala Perwakilan Unicef Makassar. Buku ini pernah dititip di Gramedia Mal Ratu Indah untuk dijual dengan sistem konsinyasi. Meski tujuannya sesungguhnya, bukan untuk komersial, tapi lebih sebagai strategi mempromosikan hak-hak dan perlindungan anak.
Kata-kata bijak ini terus bertransformasi dari hanya sepenggal kalimat menjadi pesan-pesan yang saya gunakan untuk berbagai keperluan. Ketika Lembaga Investigasi Studi Advokasi Media dan Anak (LISaN) yang saya dirikan membuat majalah GaLANG, kutipan kata-kata bijak itu juga digunakan. Majalah yang perwajahannya dikerjakan oleh Maysir Yulanwar ini, diterbitkan atas dukungan Plan Indonesia.
Begitupun saat kami melakukan kegiatan lomba menulis surat, puisi dan menggambar bagi anak-anak korban kerusuhan Ambon, kata-kata bijak dari Rizzini dipakai sebagai kutipan poster yang didesain oleh sahabat saya, Embong Salampesi. Rizzini mengatakan: “Anak-anak adalah awal dari sebuah peradaban. Kemusnahan/kerusakan anak-anak adalah awal kemusnahan sebuah peradaban.
Kegiatan lomba ini merupakan kerjasama LISaN dan TAPAK (Tim Advokasi Penyelesaian Kasus) Ambon. TAPAK Ambon itu merupakan gabungan NGO pro demokrasi dan HAM, beralamat di Mampang Prapatan XI, Jakarta Selatan. Sekretrariat TAPAK Ambon berada di International NGO Forum on Indonesian Development (INFID). INFID sendiri, jadi salah satu anggota TAPAK Ambon.
Kata-kata bijak itu terus bermetamorfosis, dipadu-padankan dengan tulisan-tulisan yang saya buat dalam bentuk opini, esai, atau untuk keperluan buku. Ia semacam roh yang terus hidup dan beranak-pinak dalam tulisan-tulisan saya. Namun seperti juga mutiara, kutipan sarat makna filosofis-reflektif itu, akan lebih terlihat kilaunya bila rajin diasah dan diasuh lewat tulisan-tulisan. (*)
Gowa, 22 Juli 2023












