Di lain waktu, saat hendak berpidato di sebuah jembatan di Bone hujan lebat yang turun tiba-tiba berhenti. Namun ketika Edy Sabara — yang kelak menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara — naik podium, hujan lebat turun lagi.
Harun Rasyid Djibe (alm.) yang juga sangat dekat dengan M.Jusuf, setelah penembakan di Pinrang itu, terang-terangan mengatakan M.Jusuf kalau memiliki ilmu kebal.
Beberapa staf M.Jusuf yang menjadi saksi mata peristiwa penembakan itu melihat hanya kepulan asap di tubuh M.Jusuf.
Letkol (Purn.) Salim Rukka, yang pernah menjadi stafnya pun mengisahkan. Apa yang dimiliki Jusuf sulit dipercaya di era modern ini. Orang boleh percaya, boleh tidak.
“Namun yang pasti, M.Jusuf itu hebat. Ia seorang pemberani, jujur, dan selalu memperhatikan kepentingan prajurit,” ungkap Salim Rukka pada halaman 47 buku MSK.
Kalau sudah jalan, dia tidak peduli apa pun yang ada di depan. Pernah sekali waktu, dia naik helikopter, cuaca buruk tiba-tiba datang. Jusuf tetap tenang.
“Tenang-tenang, putar saja cincin!,” katanya terdengar berkelakar diikuti helikopter kembali terbang dengan normal.
Cerita ilmu kebal yang beredar di tengah masyarakat itu bersumber dari pengalaman Jusuf sendiri. Beberapa kali dia diadang, ditembak, tetapi selalu selamat. Hasan Usman, salah seorang anggota PWI Sulsel dan salah seorang wartawan yang dekat dengan sang Jenderal, pernah secara iseng-iseng bertanya tentang ilmu kebal itu. Bahkan, Hasan Usman terang-terangan berkata Jusuf kalau menggunakan dan memiliki jimat.
“Nahh.. liat ini cincin bertuah!,“ kata M.Jusuf sambil tertawa, mendengar ucapan wartawan sahabatnya itu. Nah, bagaimana dengan pembaca? (*).












