Mengapa Warkop Azzahrah, Memiliki Jaringan Warkop Terbanyak di Sulawesi?.

Banyak orang heran.
Banyak yang bingung.
Anak pemilik warkop terbesar di Sulsel melayani tamu.

Di situlah pendidikan karakter bekerja. Diam-diam. Dalam.

Dalam pertemuan itu hadir pula Pak Khairuddin, pengusaha furnitur dan perumahan yang memperkenalkan saya dengan beliau. Kami berdua mendengarkan kisah lain yang membuat dada terasa lapang: sedekah subuh.

Setiap hari. Seratus ribu rupiah. Bahkan saat sempit. Ditambah satu kebiasaan yang jarang disebut orang sukses: selalu meminta petunjuk kepada Allah, dan selalu meminta doa dan arahan kepada ibu.

Saya pulang dari pertemuan itu dengan satu perasaan: hormat.
Bukan karena skala bisnisnya.
Tapi karena arah hidupnya.

Semoga 2027 Azzahrah Group sudah melangkah melebarkan cabangnya ke nasional.

Dan suatu hari nanti, kita tidak hanya mengenal Azzahrah sebagai jaringan warkop terbesar,
tetapi juga sebagai contoh bahwa bisnis bisa tumbuh tanpa kehilangan jiwa.

Dan beliau juga berminat untuk menambah outlet warkop di properti kami di area Malengkeri sebagai area sibuk yang sudah lama menjadi incarannya.

BACA JUGA:  FX Rudy Gunawan, Papua, dan Jurnalisme Sipil

Setelah 2 jam rapat selesai. Ia pamit. Ia harus menjemput anak pulang sekolah.

Ia menutup pertemuan dengan doa bersama, dengan al fatihah dan terima kasih. Dengan harapan agar persahabatan ini tumbuh menjadi kemitraan yang baik di masa depan.

Ngopi selesai.
Niat baru saja dimulai, karena segala sesuatu sesuai dengan niatnya. Dan sesuai dengan persangkaan kita. Kita-pun berjanji untuk mengatur pertemuan kembali untuk melakukan action selanjutnya.

Salam,
Asrul Sani Abu | Penulis buku Catatan Ngopi dan Pengurus APINDO SULSEL.