Gaza di Tangan Negarawan yang Berjiwa Kemanusiaan
Jika JK memimpin pemerintahan sementara di Gaza, ia tidak akan datang membawa kepentingan politik atau ambisi kekuasaan. Ia akan datang membawa hati.
Dalam setiap langkahnya, ia akan menegaskan bahwa pemerintahan sementara ini bukan untuk mengatur, tetapi untuk menyembuhkan.
Ia akan membangun kembali kepercayaan antarfraksi di Gaza — antara Hamas, Jihad Islam, dan kelompok independen — yang sering berselisih karena perbedaan strategi dan ideologi.
Dengan pengalaman panjang dalam diplomasi informal, JK tahu bagaimana membuat setiap pihak merasa dihormati dan dilibatkan. Ia akan membentuk Majelis Masyarakat Gaza — wadah musyawarah yang menampung suara para ulama, aktivis kemanusiaan, pengusaha lokal, dan generasi muda.
JK percaya pada kekuatan gotong royong. Maka, di bawah kepemimpinannya, pembangunan Gaza tidak akan bergantung penuh pada bantuan luar negeri semata. Ia akan menggerakkan semangat rekonstruksi berbasis komunitas, di mana masyarakat sendiri menjadi pelaku utama dalam memperbaiki rumah, sekolah, dan rumah sakit. Ia tahu, ketika rakyat ikut membangun, mereka juga ikut menjaga hasilnya.
Diplomasi yang Lembut, Tapi Tegas
Salah satu keunggulan JK adalah diplomasi yang humanis. Ia tidak menekan, tetapi menggerakkan. Ia tidak mengancam, tapi meyakinkan. Jika ia menjadi pemimpin sementara Gaza, hubungan dengan dunia internasional akan bertransformasi dari ketegangan menjadi keterlibatan.
Ia akan menjalin komunikasi erat dengan negara-negara tetangga seperti Mesir, Yordania, dan Turki, serta memperkuat peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia juga akan mengajak negara-negara Barat untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi, bukan dengan narasi politis, tetapi atas nama kemanusiaan.
Bayangkan sebuah konferensi internasional di Doha atau Jakarta, di mana JK berdiri di podium dan berkata, “Kita tidak bicara politik hari ini, kita bicara manusia. Gaza butuh air bersih, bukan blokade. Gaza butuh sekolah, bukan bom. Gaza butuh masa depan, bukan dendam.” Kalimat itu akan menggema ke seluruh dunia — sederhana, tapi menghantam nurani banyak orang.
Ia akan menegosiasikan pembukaan jalur kemanusiaan yang aman, memastikan bantuan dari seluruh dunia benar-benar sampai ke rakyat Gaza, bukan terhenti di perbatasan atau dikorup oleh birokrasi. Ia tahu betul bahwa integritas adalah mata uang paling berharga dalam setiap misi kemanusiaan.
Pemulihan Melalui Pendidikan dan Ekonomi
JK akan memberi prioritas tinggi pada dua hal: pendidikan dan ekonomi rakyat. Ia akan membangun Sekolah Perdamaian Gaza — lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga nilai-nilai toleransi, kerja sama, dan semangat membangun peradaban.












