Diantara semua hadirin dalam acara launching ini, dalam posisinya sebagai warga negara, hanya Muhammad Amri Arsyid yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk “dipilih”, sementara lainnya akan menggunakan hak konstitusionalnya untuk “memilih”.
Secara beradab, tidak masalah kita yang menggunakan “hak pilih” untuk mengaminkan doa-doa terbaik mereka semua kandidat walikota Makassar, tidak terkecuali Muhammad Arsyid dalam upaya konstitusionalnya, untuk terpilih sebagai walikota Makassar periode mendatang, agar dapat mewujudkan “imajinasinya”, bagi kehidupan warga kota makassar.
Kita belum “tahu” bagaimana imajinasi membangun masa depan manusia.












