Hasriani, Pedagang Daun Ketupat di Momen Jelang Lebaran

Lebaran
Hasriani pedagang ketupat lebaran

Dia bercerita bahwa keterampilan membuat ketupat itu diperoleh dari ibunya, Rani Daeng Nginga. Dia diajar oleh ibunya cara membuat ketupat kala masih SD.

“Awalnya sulit juga membuatnya. Kadang jadi tapi bentuknya tidak bagus. Karena terbiasa, lama-kelamaan bisa mi,” terang Hasriani.

Dia hanya membuat satu macam ketupat dari daun pandan. Sehari dia bisa menyelesaikan 50 buah. Ketupat yang sudah jadi itu dijual dengan harga Ro15.000 per ikat. Seikat, ada 10 buah ketupat.

Ketupat pandan buatan Hasriani selalu laris. Semakin mendekati Lebaran, semakin banyak pembeli. (*)

Oleh: Rusdin Tompo (penulis, pegiat literasi)

BACA JUGA:  Pers Pengawas Kekuasaan dan Penjaga Harapan