Gen Z di Persimpangan Jalan.

Liabilitas: Kiyosaki berpendapat bahwa gen Z, terutama kelas menenbgah, sering kali salah mengira liabilitas sebagai aset. Mereka membeli barang-barang yang menurut mereka bernilai, tetapi pada kenyataannya, barang-barang tersebut justru menimbulkan biaya dan pengeluaran rutin.”

Kami seringkali terjebak dalam jebakan mentalitas “Poor Dad” di mana sebuah mobil atau ponsel terbaru dianggap sebagai aset, padahal sebenarnya adalah liabilitas yang terus menguras dompet. Kami cenderung mengeluarkan uang untuk hal-hal konsumtif yang tidak menghasilkan pendapatan.

Namun, di sisi lain, banyak dari kami menunjukkan kecerdasan finansial yang mengejutkan. Kami lebih tertarik pada investasi yang berpotensi menghasilkan uang, seperti menjadi content creator, berinvestasi di pasar modal, atau membangun bisnis online. Kami memahami bahwa pendapatan pasif adalah kunci untuk meraih kebebasan finansial, bukan sekadar gaji bulanan.

Perspektif yang di tawarkan Kiyosaki:
Jika Robert Kiyosaki mengamati Generasi Z, ia mungkin akan melihat kami sebagai generasi yang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kami mewarisi sistem yang masih mendorong mentalitas “Poor Dad”—bekerja keras untuk keamanan, menabung, dan menghindari risiko. Namun, di sisi lain, kami memiliki akses ke informasi dan alat yang tidak pernah dimiliki oleh generasi sebelumnya, yang memungkinkan kami untuk mengadopsi mentalitas “Rich Dad” jauh lebih awal.

BACA JUGA:  Heboh!! Sengketa Batas Pattallassang-Parangloe: Imbas Luas pada Masyarakat

Kunci sukses bagi Gen Z, menurut pandangan Kiyosaki, bukanlah seberapa besar gaji yang kami dapatkan, melainkan seberapa cerdas kami dalam membedakan aset dan liabilitas. Kami memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang paling cerdas secara finansial, tetapi kami juga dihadapkan pada godaan dan tantangan yang unik. Pilihan ada di tangan kami: apakah kita akan terus mengikuti jejak “Poor Dad” dan terjebak dalam rat race, ataukah kita akan berani mengambil risiko terukur untuk membangun aset dan meraih kebebasan finansial?