Walaupun kami ini bukan Pasukan Ta’bangka na Cipuruk na, namun aroma kuah daging dari Coto, cukup membuat mahluk di lambung kami berunjukrasa untuk diisi.
“Saya campur, nah,” pesan Maman.
“Saya juga campur,” timpal Akbar.
“Saya Ati Paru,” pesan Tetta Rusdi.
“Saya Pipi Janda (pipi, jantung dan daging),” pesan Awing yang membuat pelayannya sempat membelalakkan mata tanda heran yang kemudian tersenyum setelah mengetahui arti sebenarnya.
Tak lama berselang, Prof Asdar kemudian tiba mengikuti sharelok yang diberikan. Beliau kemudian menceritakan hal ihwal sehingga dirinya ikut membersamai Ekspedisi Berbagi Cinta Komunitas Anak Pelangi (Bersambung)












