Dari Ramadhan Menemukan Cinta

Ramadhan
Penulis: Subagusa Rumain

Pada saat sidang isbath dilaksanakan, dan ditetapkan bahwa hari kemenangan, idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah tepat pada tanggal 31 Maret 2025, menyimpan banyak kesedihan dan air mata berlinang tak terasa, disitulah moment dimana seorang perantau harus menahan air matanya sedalam mungkin karna tidak bisa berkumpul dengan sanak saudara dan orang tua.

Hari Fitri adalah hari saling memaaf-maafkan satu dengan yang lain, hari kegembiraan, hari kesyukuran atas segala nikmat Allah SWT yang tak terhenti karena itu marilah tetap kita menjaga hubungan silaturrahmi dengan sesama manusia, apalagi kepada saudara-saudara kita yang mungkin pernah tersakiti hatinya, Dengan tutur kata kita yang merugikan, maka marilah saling memaafkan.

Tentang Mudik Lebaran

Mudik adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh seluruh orang Indonesia yang dimana untuk kembali kekampung asal, berkumpul dengan sanak saudara, mengenang masa lalu penuh suka cita, menjadi lebih bersahaja.

Coba kita flashback ke masa lalu dimana ketika tradisi di malam takbiran, menjadi malam yang istimewa, terlihat disetiap wajah wajah itu dibaluti kegembiraan, senang bisa bersua kombale deng orang tua, mengenang masa kecil dulu, tapi semua itu terhalang oleh ongkos pulang yang menguliti dompet, ya ini hanya sedikit curahan kece dari seorang perantau dimana rela meninggalkan kampung halaman, serta orang tua demi untuk melanjutkan pendidikan di tanah Makassar, tanah yang dikenal dengan peradaban ilmu pengetahuan dari gerbang Indonesia bagian timur.

BACA JUGA:  Ķetua DPRD Makassar Dilantik, Supratman : Titip Doa, Semoga Bisa Laksanakan Amanah ini

Demikian cerita religius.

Bulurokeng, 01 April 2025