DARI ALIF WASHAL AKU BELAJAR

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan,

*_“Rusaknya manusia karena cinta jabatan, dan rusaknya jabatan karena cinta dunia.”_*

Tugas hanyalah alat. Nama hanyalah penanda. Keduanya tak berarti apa-apa jika tidak melahirkan kebaikan.

Apalah arti sebuah nama?
Biarlah tindakanlah yang menerjemahkan dan memperkenalkannya.

Karena pada akhirnya,
*_“Nama tidak menjamin makna, sebab yang dikenang di langit bukan sebutan, melainkan amal. Biarlah diamnya nama berbicara lewat jejak langkah yang diridhai-Nya.”_*

Allah tidak menilai besar-kecilnya tugas.
Allah menilai seberapa jauh tugas atau bahkan ketiadaannya melahirkan kebaikan.

Dan di hadapan penilaian itu, saya ingin tetap seperti Alif Washal yakni
Ada, tapi tidak sibuk disebut.
Memulai, tapi tidak menuntut disorot.
Diam, namun menentukan arah.

Tanpa sorak.
Tanpa tepuk tangan.
Cukup dengan satu pengakuan yang tak pernah salah alamat yakni
*_”Aku ridha kepadamu.”_*

_Parang Tambung, 8/1/2025 | 08.00_

BACA JUGA:  Hikmah Jumat : Pejabat Masuk Surga Karena Jabatannya