Pertama, dia meminta Ibu si Bilqis berkomunikasi dengan putrinya. Cukup mengharukan. Terdengar suara tangis ibunya melalui gawai. Lalu Supriadi Gaffar meminta Dimas, berkomunikasi dengan putrinya. Suasananya demikian menggugah dan menyayat hati.
“Bilqis cepat sekali beradaptasi, Termasuk dengan saya dan Adi (Supriadi Gaffar). Belum berapa jam, saya bisa menggendong dia. Jadi, anak ini memang cepat beradaptasi. Apalagi kalau ada mainannya,” ungkap Nasrullah yang menyebut, kebetulan di Polres Merangin ada main anak-anak.
Usai VC, Bilqis dibawa ke Polres Merangin.
Tim dan Bilqis tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Tim beres-beres dulu dan pamit dengan Polres Merangin.
Tim Polrestabes Makassar menuju Jambi yang jaraknya 255 m harus ditempuh sekitar 7-8 jam perjalanan normal. Namun kendaraan lari kesetanan. Soalnya, berkejaran dengan waktu.
Sudah memesan tiket Jambi-Jakarta-Makassar pukul 06.00 untuk penerbangan Minggu, 9 November 2025.
“Jadi harga mati harus sampai di Bandara (Sultan Thaha Jambi) sebelum pukul 06.00 dengan harga tiket Rp 32 juta,” ungkap lulusan Magister Hukum UMI Makassar ini.
Tak disangka, dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpangi Tim Polrestabes Makassar mendapat musibah. Salah satu bannya pecah. Sialnya lagi, ban serep tidak bisa dikeluarkan.
“Ujian apa lagi yang kami hadapi ini,” kata Nasrullah kepada penulis sambil tertawa dalam perbincangan di kantornya di rembang petang 10 Desember 2025.
Perjalanan sisa tiga jam. Akhirnya, anggota menghentikan kendaraan yang melintas di jalan. Meminta bantuan ban serep digunakan pada mobil yang ditumpangi Tim Polrestabes Makassar. Anggota memberi tahu, nanti ban serep tersebut diambil di Polda Jambi. Ban serep itulah yang dipasang.
Nasrullah mengakui, sangat terhantui dengan harga tiket yang selangit untuk lima orang, termasuk Bilqis. Per orang tiket itu bernilai Rp 6,4 juta. Dia bayangkan, bagaimana kalau jadwal di dalam tiket sulit terkejar.
Tim kemudian singgah di Polda Jambi dan membersihkan badan. Tepatnya di Pos Resmob Polda Jambi. Masih sempat mandi. Lonceng menunjukkan pukul 05.00 WIB. Tim berkejaran dengan waktu. Pukul 05.30 tim meninggalkan Polda Jambi yang berjarak sekitar 4 km dengan jarak tempuh normal sekitar 7-9 menit ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Tim tiba pukul 05.45 WIB. Lima belas menit sebelum “boarding”. Iptu Nasrullah lega.
Saat di Bandara Jambi, Ipda Supriadi Gaffar tersiar melalui video di media sosial mengunggah informasi bahwa mereka segera ke Makassar.
“Adik Bilqis pulang. Pulang ke Makassar,” terdengar pekik kecil Adi, panggilan Supriadi Gaffar, di video yang memperlihatkan dia sambil berjalan menggendong bocah perempuan itu menuju pesawat di bandara.












