Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (3): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

“Ini bukti nyata komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat,” imbuh mantan Dirreskrimun Polda Jawa Tengah ini.

Irjen Djuhandhani mengungkapkan, proses pelacakan sempat mengalami kesulitan karena jaringan pelaku tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Sulawesi Selatan, Jawa, hingga Sumatera. Namun berkat pengalaman dan koordinasi yang solid antarwilayah, keberadaan korban dan pelaku akhirnya terdeteksi.

Tim pun berkonsultasi dan memaparkan kronologis kasusnya di Polda Jambi. Usai berkoordinasi tim langsung menuju sasaran menggunakan tiga kendaraan. Tim Polrestabes Makassar berada pada satu mobil.

Sasarannya, Kerinci, yang dapat ditempuh berkendara menggunakan mobil selama 12 jam dengan jarak yang ditempuh 424 km.

Tim tiba di tujuan, Jumat 7 November 2025 menjelang siang. Ternyata perempuan MA (42) sudah mengetahui dirinya akan dicari.

Dia tidak tinggal di Kerinci, tetapi di Bangko, ibu kota Kabupaten Merangin. Perempuan ini agaknya melarikan diri ke sana. Ke Bangko-lah tim pun mengejar. Jarak Kerinci dengan Bangko sekitar 174 km dan dapat ditempuh selama 4 jam 41 menit berkendaraan darat,

BACA JUGA:  Saat Pramugari ‘Tumbang’ ke Pangkuan Penumpang

Atas bantuan Kepolisian Jambi, tim Polrestabes Makassar dapat mengendus pelaku. Bahkan foto pelaku di Jambi ini sudah ada di tangan Tim Polrestabes Makassar.

Suami MA, AS (36), jadi sasaran awal tim. Dialah yang mudah diendus dulu karena akan menunaikan salat Jumat. Tim memastikan, AS, akan pergi salat Jumat di salah satu masjid yang ada di Bangko.

Menjelang salat Jumat, berbekalkan data yang dimiliki, para anggota merapat di dalam masjid yang sama dengan AS.

Tim mengelilinginya karena tidak ingin buruan mereka lolos. Salah seorang petugas bahkan duduk berdampingan dengan AS. Buruan ini tentu tidak tahu kalau sedang diawasi dan berada dalam perangkap.

Begitu keluar meninggalkan masjid, petugas langsung mengikuti. Menguntit ke arah pergerakan AS. Rupanya dia masuk ke sebuah rumah. Personil tim memepet dia. Ternyata di dalam rumah yang dia masuki, terdapat MA, istrinya.

“Mana si Bilqis?,” tanya Iptu Nasrullah yang selalu menjadi orang pertama menerobos masuk rumah sasaran, begitu melihat perempuan berkulit putih yang ada di dalam rumah tersebut masih dalam keadaan bingung melihat beberapa orang berpakaian preman merangsek masuk ke kediamannya.

BACA JUGA:  Catatan Tercecer dari Piala Dunia U-17 Austria, Perjalanan Mulus nan Kandas

“Anak yang mana, Pak?,” perempuan MA yang tidak menyangka ada petugas muncul, masih berusaha balik bertanya.

“Anak yang dari Makassar!,” kata Nasrullah yang bertindak sebagai Ketua Tim Polrestabes Makassar.

“Anak yang mana?,” sahut MA pura-pura tidak tahu.