Akhirnya, kami pada bulan September 2019, kawan-kawan Bima Dompu di Mataram berkumpul di ruang kerja Prof. Muhammad Nasir, Wakil Rektor III Unram, saya izin dengan Prof. Ahmad Thib Raya, membicarakan pendirian perguruan tinggi negeri di Bima. Disepakati ada dua perguruan tinggi yang akan didirikan, yaitu IAIN dan Politeknik Pertambangan Negeri di Bima. Untuk IAIN, Muhammad dipercayakan sebagai Ketua Komite. Untuk Politeknik Pertambangan dipercayakan kepada Pak Haji Arsyad Gany.
Sekembali ke rumah, Muhammad berpikir, biaya dari mana? Sumber daya dan seterusnya. Orang pertama yang Muhammad panggil adalah istrinya. Kebetulan istrinya mantan anggota DPRD Provinsi NTB, 2019 masih.
“Saya masih ada tabungan nggak?,” Muhammad bertanya.
“Ada! Sisa Rp 500 juta,” jawab istrinya, Muhammad menirukan jawaban istrinya disertai memohon maaf.
Dengan modal itu, komite ini bekerja dan biaya dari pemerintah dan seterusnya tidak ada. Kami membuka 9 program studi (prodi) dan pada 2021 kesembilan prodi itu sudah diakreditasi oleh BAN PT. Salah seorang asesornya Prof.Dr. Muslimin H.Kara,M.Ag. Beliau Profesor di Prodi Perbankan Syariah, Ada tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Islam, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemudian desain untuk Fakultas Syariah, dan Bisnis Islam, Hukum Keluarga, dan ada Hukum Perbankan dan Hukum Ekonomi Syariah. Untuk fakultas lain, Dakwah dan Usuluddin ada KPI, dan ada Ilmu Quran dan Tafsir. Ini sudah diakreditasi dan layak beroperasi pada tahun 2021.
Kendala waktu itu adalah lahan. Lahan di Kota Bima sampai saat ini belum selesai. Akhirnya, waktu pilkada yang lalu, setelah pendaftaran di KPU, Muhammad tiba-tiba ditelepon oleh seseorang yang tidak dia kenal. Ada sampai lima kali. Namanya Adi Mahyudi. Muhammad bertanya pada istrinya, “siapa ini?”.
“Calon bupati,” istrinya menjawab.
Akhirnya dia menelepon,
“Prof, katanya Prof masih kesulitan lahan untuk pendirian Kampus Perguruan Tinggi Negeri. Mohon doakan saya menang. Nanti kalau saya jadi bupati, Pemda Kabupaten Bima akan menghibahkan lahan,” kata Adi Mahyudi seperti ditirukan Muhammad yang kemudian terus berdoa seusai salatnya.
Sehari sebelum rakor di Jakarta ada pertemuan dan dinarasikan ada rencana perguruan tinggi negeri baru. Progresnya luar biasa dan jika mau mengikuti perkemnangannya bisa di facebook Prof.Muhammad. Perkembangan IAIN Bima pasti diunggah di facebook.
Sekarang ini sedang izin prodi. Dari 9 prodi yang sudah diakreditasi oleh BAN PT itu, Insha Allah akan segera direkomendasikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. Setelah itu akan berproses ke MenPAN RB. Semua dokumen akademiknya sudah disiapkan. Jadi ada 9 borang prodi dan satu borang institusi, ada akademik, dan ada statuta. Itu dikerjakan secara mandiri.












