Catatan Cerpen ‘Ibu Gaib’ M.Amir Jaya Ilmu Ayah, Huruf “H” & “Dia Fana” yang Penasaran

Ibu gaib
Amir Jaya (kiri) bersama M Dahlan Abubakar

“Yang penting, salatmu tidak putus-putus,” Ibu yang sangat mengerti keadaanku, memberi nasihat.
Kemudian, penyajian paragraf seharusnya merujuk pada konsep paragraf yang baku. Suatu paragraf berisi kalimat topik/utama. Informasi pada kalimat topik/utama itulah yang dikembangkan menjadi beberapa kalimat berikutnya dengan tetap menjaga koherensi atau kepaduan. Maksudnya, kalimat hasil pengembangan merupakan penjabaran dari kalimat topik, bukan mengungkapkan gagasan baru.

Praktik penyimpangan penulisan paragraf seperti ini banyak ditemukan pada penulisan berita para wartawan. Satu paragraf hanya terdiri atas satu kalimat, sehingga menyalahi konsep paragraf yang gramatikal.

Simpulannya, “Ibu Gaib” meskipun melalui plot kisah dan cerita yang runtut, namun menawarkan misteri yang tidak selesai. Pembaca tetap terjebak dalam penasaran. “Ilmu yang diajarkan ayah. Huruf “H”, dan “Dia fana”. Terima kasih! (*).

BACA JUGA:  AKU ADALAH PANRITA