Saat pelatihan itu, saya baru tahu bahwa naskah radio tidak ditulis mengambil seluruh halaman kertas. Naskah ditulis hanya menggunakan sepertiga halaman, tapi ditempatkan pada bagian tengah secara vertikal. Tujuannya, mata tidak terlalu jauh melirik ke kiri dan kanan, saat dibaca. Coba perhatian penyiar TV, saat membaca berita, terlihat matanya fokus di layar.
Pelatihan jurnalisme radio yang saya ikuti, dengan trainer David W Candow itu, tidak menangkap peristiwa-peristiwa besar, tapi dampak dari suatu peristiwa terhadap kehidupan. Lebih pada sisi human interest-nya. Dalam peristiwa pemilu 2024 ini, misalnya, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2024-2029, hanya latar saja. Liputannya akan mengungkap kisah hidup orang-orang yang terpinggirkan, yang suaranya tidak tertangkap kamera televisi dalam gelaran besar pesta demokrasi lima tahunan ini. (*)
Gowa, 16 Februari 2024












