Andi Mattalatta, Kodam Pertama di Indonesia dan Wawancara Pejuang

Andi Mattalatta diwawancarai oleh penulis
Andi Mattalatta diwawancarai oleh penulis

Membaca bagaimana beliau mendidik dan memotivasi anak-anaknya menekuni olahraga ski air hingga juara, menandakan beliau seorang family man. Beliau merupakan salah seorang pendiri POPSA, dan panitia penyelenggara PON IV Makassar, tahun 1957. Ini merupakan PON pertama di luar pulau Jawa.

Ada beberapa tanggal penting yang berkaitan dengan perjalanan hidup Andi Mattalatta. Pada 24 Maret 1957, Wakil KSAD Kol TNI Gatot Subroto, dan Kol TNI Ahmad Yani, tiba di Makassar untuk mempersiapkan pelaksanaan Keputusan Presiden dan Menteri Pertahanan. Tujuannya, antara lain untuk reorganisasi Angkatan Darat dan pembentukan empat Komando Daerah Militer (Kodam).

Pada tanggal 1 Juni 1957, bertempat di Lapangan Karebosi, Makassar, KSAD Mayjen TNI AH Nasution, melantik Andi Mattalatta sebagai Panglima Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Kodam pertama di Indonesia ini, punya tugas utama memulihkan keamanan di wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara. Pendekatan yang dilakukan beliau sebagai Panglima Kodam, yakni melalui Uitholling System. Beliau mengubah pandangan dan minat anak muda yang cenderung suka “berpakaian hijau” atau bahasa kerennya look army. Melalui pendekatan psikologis dan pedagogis, beliau menyalurkan bakat anak-anak muda pada kegiatan olahraga, dan akhirnya berhasil.

BACA JUGA:  Ibadah dalam Kondisi Apapun

Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, Andi Mattalatta mendapat sederet penghargaan berupa bintang dan satya lencana.Di antaranya, Bintang Gerilya, Bintang Angkatan 45, Bintang Veteran, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I, Satya Lencana Perang Kemerdekaan II, Satya Lencana GOM III, Satya Lencana GOM VI, dan Satya Lencana Kebudayaan. (*)