“Segala pencapaian yang kita nikmati hari ini adalah buah kerja keras seluruh ketua dan jajaran pengurus PWI, baik yang sekarang maupun pendahulu kita. Ada andil besar Pak Agussalim Alwi Hamu, Pak Zulkifli Gani Ottoh, Pak Syamsu Nur, hingga Pak Alwi Hamu dan para pengurus sebelumnya,” tutur Suwardi dengan nada apresiatif.
“Berkat dedikasi merekalah PWI Sulsel mampu berdiri kokoh seperti sekarang. Mereka semua adalah pahlawan organisasi yang telah membangun fondasi agar lembaga ini terus berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Atas dasar rasa hormat tersebut, Suwardi berjanji jika diberi mandat memimpin nanti, ia akan memperkuat program yang telah berjalan baik sembari menyuntikkan berbagai terobosan inovatif. Visi utamanya jelas: kejayaan organisasi yang berbanding lurus dengan kesejahteraan para anggotanya.
Meski masih menyimpan rapat detail program kerja barunya, Suwardi memastikan bahwa agenda-agenda tersebut akan melengkapi keberhasilan yang sudah ada sebelumnya.
Hal terpenting saat ini, menurutnya, adalah bagaimana menyatukan faksi-faksi potensi menjadi kekuatan kolaboratif yang solid, sembari terus memupuk kreativitas dan kemauan untuk belajar hal-hal baru di tengah perkembangan teknologi.
“Jadi, muara dari perjuangan ini adalah kejayaan organisasi dan kesejahteraan setiap anggota melalui manifestasi nyata dari kolaborasi serta sikap adaptif tersebut,” tegas Suwardi.
Acara buka puasa tersebut ditutup dengan atmosfer kekeluargaan yang kental dan penuh tawa. Para jurnalis yang hadir pulang dengan semangat yang sama: bahwa PWI Sulsel adalah rumah besar bersama yang kemajuannya menjadi tanggung jawab kolektif seluruh anggotanya. (*)












