“Pengaruh media saat ini luar biasa besar, terutama di media sosial. Karena itu, kami sangat mengandalkan peran media tepercaya sebagai jembatan informasi terbaik bagi masyarakat,” tutur Kajati.
Oleh sebab itu, ia meminta agar berbagai laporan maupun isu yang berkembang di masyarakat diolah secara faktual, objektif, dan berimbang. Prinsip ini kunci utama agar pers tetap menjadi mitra terdepan dalam mengabarkan kinerja serta kebijakan penegakan hukum.
“Kabar maupun aduan dari masyarakat hendaknya dikemas secara objektif dan berimbang. Ini penting demi mencegah timbulnya keraguan dan keresahan di masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, menegaskan komitmennya agar jurnalis senantiasa bekerja profesional dengan memprioritaskan berita berimbang dan bebas dari hoaks. Hal ini merupakan fondasi utama dalam merawat mutu pers sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Suwardi mengingatkan bahwa wartawan wajib tunduk pada kode etik dalam seluruh proses peliputan hingga penulisan berita. Ia menegaskan, verifikasi dan azas keberimbangan tidak boleh diabaikan begitu saja.
“Kajati tadi menggarisbawahi bahwa jika ingin menghasilkan karya yang baik, jurnalis wajib mengacu pada kode etik,” kata jurnalis senior tersebut.
Ia menambahkan, pemahaman mendalam mengenai prinsip jurnalisme juga tampak pada sosok Kajati sebagai pejabat senior yang erat berinteraksi dengan wartawan. Hubungan harmonis dengan insan pers makin memperkuat pentingnya pemahaman tugas jurnalistik demi kelancaran komunikasi antara jurnalis dan penegak hukum.
Pada kesempatan itu, Suwardi turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat jajaran Kejati Sulsel. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menyerahkan undangan agenda pelantikan pengurus.
“Kami menyampaikan undangan resmi agar Beliau berkenan hadir pada pelantikan Pengurus PWI Sulsel tanggal 17 Oktober mendatang. Selain itu, silaturahmi ini mempertegas komitmen PWI dalam mewujudkan pers yang ideal,” tuturnya.
Di akhir dialog, kedua pihak kembali menekankan pentingnya menjaga kaidah dasar jurnalisme dalam setiap pemberitaan. Selain bebas kabar bohong dan berimbang, wartawan dituntut rajin menguji kebenaran fakta sebelum menyebarkannya ke ruang publik.
“Prinsip-prinsip tersebut merupakan komitmen PWI Sulsel untuk meningkatkan profesionalisme wartawan. Lewat penerapan kode etik yang konsisten, media diharapkan mampu menghadirkan warta yang akurat sekaligus memberikan ruang proporsional bagi semua pihak,” tutupnya.












