News  

Sekum PGRI Sulsel Tutup Sosialisasi SIK, Keuangan dan Bimbingan Jurnalistik Suara PGRI

NusantaraInsight, Makassar — Sekretaris Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (Sekum PGRI) Sulawesi Selatan, Dr. Abdi, M.Pd menutup Sosialisasi Sistem Informasi Keanggotaan (SIK), Keuangan dan Bimbingan Jurnalistik Suara PGRI pada Sabtu (28/3/2026).

Acara yang berlangsung mulai 27 hingga 28 Maret 2026 di aula Anging Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulsel diikuti oleh bendahara, bidang Keanggotaan dan Digitalisasi serta bidang Kominfo PGRI kabupaten kota di Sulsel.

Pada awal sambutannya, Dr. Abdi menegaskan bahwa baju batik hitam putih Kusuma Bangsa bukan sekadar pakaian, melainkan simbol perjuangan, identitas, dan profesi guru Indonesia.

“Tidak ada rasanya baju batik hitam putih (Kusuma Bangsa) selain PGRI. Baju ini simbol perjuangan, simbol identitas dan simbol profesi kita,” ujar Associate Professor ini

Ia berharap pesan ini tersebar luas ke seluruh pengurus cabang dan ranting. “Harapan kita selanjutnya adalah bagaimana menyampaikan hal ini kepada para pengurus cabang dan ranting. Tidak berhenti ini, akan tetapi ini akan kita pantau terus melalui ketua biro masing-masing,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pembekalan Khusus KKNT Unhas Gelombang 114 di Toraja Utara: Kolaborasi Menuju Program Nyata dan Berkelanjutan

Dr. Abdi menjelaskan, tiga biro khusus akan bertanggung jawab atas sosialisasi ini.

“Tiga biro sosialisasi ini akan selalu berkoordinasi kepada ketua bidang masing-masing di kabupaten kota. Kolaborasi kita semoga semakin berjalan,” kata Dr. Abdi yang juga Ketua BAN-PDM Sulsel ini.

Lebih lanjut, ia mendorong pengurus PGRI di kabupaten/kota untuk aktif sebagai subjek, bukan hanya objek, pasca-bimtek jurnalistik.

Dr. Abdi juga berharap agar setelah bimtek jurnalistik para teman-teman di kabupaten kota tidak hanya sebagai obyek saja akan tetapi sudah menjadi pemain (subyek), disampaikan dalam kesempatan tersebut.

PGRI, menurutnya, bukan hanya organisasi profesi, tapi juga wadah perjuangan.

“PGRI bukan hanya organisasi profesi saja, tidak menyentuh ke organisasi perjuangan. Mari kita membawa aura baik ke organisasi kita untuk membuat PGRI lebih baik lagi,” pungkas Dr. Abdi.

Sosialisasi ini diharapkan memperkuat solidaritas guru di Sulsel melalui simbol budaya seperti batik Kusuma Bangsa.