News  

Sastra Indonesia FIB Unhas Bersilaturahim ke Kebun Denassa

NusantaraInsight, Makassar — Warga Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, Sabtu (17/1/2026) mengadakan kunjungan silaturahim ke Kebun Denassa (Denassa Botanical) di Kelurahan Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Rombongan terdiri atas Dekan FIB Unhas Prof.Dr.Andi Muhammad Akhmar, S.S.,M.Hum, Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas Dr.Dra.Muslimat, M.Hum, yang turut memberikan sambutan, Sekretaris Departemen Sastra Indonedia Dr.Hj Indar, S.S.,M.hum, Prof.Dr.Nurhayati, M.Hum, Prof.Dr.AB Takko, M.Hum, Prof.Dr.Munira Hasjim, S.S.,M.Hum, Prof.Dr.Kaharuddin, M.Hum, Ketua Ikatan Alumni Sastra Indonesia M.Nawir, mantan Ketua KPU Gowa Muhtar Muis, Ketua IMSI, dan sejumlah dosen Sstra Indonesia FIB Unhas. Mereka disambut Pimpinan Kebun Denassa, Darmawan Denassa, S.S.

Darmawan Daeng Nassa, S.S. ketika menyambut rombongan almamaternya mengatakan, bahwa tanaman yang dia koleksi di atas areal seluas sekitar 3 hektare ini memiliki nama sendiri dalam berbagai bahasa. Nama itu juga berkaitan dengan budaya. Banyak orang yang berkunjung ke Kebun Denassa yang pernah dikunjungi sedikitnya 60-an negara karena berkaitan dengan pariwisata.

‘Dulu selama satu minggu saya belajar tentang wisata di Ubud dengan dosen dari ITB,” ujar Darmawan Daeng Nassa.

BACA JUGA:  Wawali Makassar Hadiri Munas Perdana ASWAKADA di Yogyakarta

Denassa menjelaskan, dalam dua bulan terakhir ini, dia intens mengkaji bahasa Indonesia yang disebutnya sebagai bahasa ke-8 terbesar penggunanya di dunia. Kedua, sudah dipelajari pada 47 negara. Dan bahasa Indonesia itu berbeda dengan bahasa Melayu (meskipun berasal dari bahasa Melayu), karena bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa. Bahasa Melayu memiliki banyak varian yang ada di Indonesia.

“Kunjungan yang dilakukan warga Sastra Indonesia FIB Unhas ini termasuk bagian yang menyemangati kami dalam mengembangkan kebun in,” ujar Darmawan Daeng Nassa.

Dia mengatakan, berencana akan membuat taman yang semua berkaitan dengan bahasa. Sekarang ini adalah “aromantic area”, semua tanaman yang beraroma. Ada juga tanaman yang menghasilkan pewarna alam untuk makanan minuman dikumpulkan pada satu area. Ada juga tanaman yang pohonnya digunakan membuat perahu. Juga semua tanaman yang menjadi lambang provinsi. Satu area yang sudah dibuat berisi semua tanaman yang dipakai mengukir.

Kebun Denassa atau Denassa Botanical Garden (DBG) dikembangkan di area bekas galian tambang batu bata, menjadi area konservasi lingkungan hidup, literasi, dan wisata berkelanjutan. Didirikan tahun 2016, berada di Bontoa, Lingkungan Bontorannu, Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulsel. Berjarak 18 km dari Sungguminasa atau 28 km dari pusat Kota Makassar, area ini didesain untuk menyelamatkan lahan dan menjadi tempat penyelamatan dan pengenalan keanekaragaman hayati, wisata yang ramah lingkungan, dan mendorong pemuliaan pangan, budaya, dan tradisi.