News  

Ruslan Afandi Basri, Sekretaris KKSS Maluku: Kita Perlu Menjaga Harmoni

Lelaki Bugis, yang akrab disapa Ulan itu, mengaku selalu berusaha tetap belajar pada nilai-nilai dan kearifan budaya Sulawesi Selatan. Salah satunya, lewat puisi “Panggil Aku Daeng” karya Rusdin Tompo.

“Ketika mendengar puisi itu dibaca, dan disebutkan siapa penciptanya, saya langsung bilang, itu teman saya. Saya merinding ketika mendengar puisi itu pertama kali,” kisahnya.

Terinspirasi oleh puisi sahabatnya sesama alumni SMA Negeri 2 Ambon, sebagai pribadi dan pengurus KKSS, dia tidak mau ada pengkotak-kotakan orang Sulawesi Selatan.

Meski dia orang Bugis, tetapi mereka selalu menampilkan kesenian Bugis, Makassar, maupun Mandar dan Toraja.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKSS, baik dalam Musyawarah Kerja Wilayah maupun Rapat Kerja, selalu ditampilkan seni budaya Sulawesi Selatan.

“Dahulu pernah ada even khusus yang digelar KKSS Provinsi Maluku, tetapi sudah lama sekali. Saat itu kami mendatangkan penyanyi legendaris, Iwan Tompo,” kenangnya.

Ruslan Afandi Basri mengungkapkan bahwa dia merupakan generasi ketiga, dari kakek-nenek yang merantau ke Kota Ambon Manise.

Dia lahir dan besar di Ambon. Saat SD, dia bersekolah di SDN 1 Tawiri, SMPN 3 Ambon, dan SMAN 2 Ambon.

BACA JUGA:  IAPIM Gunakan Pendekatan “Trias Politica

Selain di KKSS, dia aktif sebagai pengurus Al-Wathan Ambon, dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku.

“Samua aktivitas beta ini, berkaitan dengan semangat merawat harmonisasi dalam bingkai pluralisme,” pungkas saudagar yang punya pabrik di Kawasan Industri Makassar (KIMA) ini dalam logat Melayu-Ambon. (*)