“Di tengah kehidupan yang serba terbuka, diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak mulia. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak pada perilaku,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Oleh karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.
Khutbah tersebut juga mengajak generasi muda untuk tampil sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang bijak dan berkeadaban.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah yang diikuti ribuan jamaah, sekaligus menjadi ruang refleksi spiritual untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.












