NusantaraInsight, Makassar — Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, menjadi salah satu pembicara pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN-PMD) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Sabtu, 14 Maret 2026 di Hotel Dalton Makassar.
Pada kesempatan tersebut, Prof Irwan Akib membawakan materi bertajuk “Pendidikan Muhammadiyah Unggul Berkemajuan.”
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan Muhammadiyah adalah membentuk manusia pembelajar yang bertakwa, berakhlak mulia, berkemajuan serta unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS).
Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah juga merupakan wujud dari gerakan tajdid dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang berorientasi pada pencerahan dan kesadaran ketuhanan.
Ia menjelaskan bahwa arah pengembangan pendidikan Muhammadiyah merujuk pada keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46 yang menekankan revitalisasi pendidikan Muhammadiyah melalui upaya menghidupkan, mencerdaskan, dan membebaskan masyarakat dari kebodohan serta kemiskinan.
“Pendidikan Muhammadiyah harus mampu melahirkan manusia pembelajar yang beriman, berakhlak mulia, berkemajuan, dan unggul dalam IPTEKS sebagai bagian dari misi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan konsep sekolah unggul berkemajuan yang ditandai dengan mantap dalam keimanan, unggul secara intelektual, anggun dalam akhlak, serta sigap dalam berkarya.
Dalam mewujudkan hal tersebut, kata Irwan Akib, peran kepala sekolah menjadi sangat penting. Kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan visioner dan kreatif, tidak sekadar menjalankan fungsi struktural, serta mampu mengambil kebijakan yang fleksibel.
Selain itu, kepala sekolah juga harus memiliki komitmen kuat terhadap ideologi Persyarikatan Muhammadiyah serta memahami nilai-nilai Islam berkemajuan.
Sementara itu, para pendidik di lingkungan sekolah Muhammadiyah dituntut memiliki kompetensi dasar sebagai pendidik di era Society 5.0, sekaligus memiliki komitmen terhadap ideologi persyarikatan dan nilai-nilai keislaman berkemajuan.
Irwan Akib juga menekankan pentingnya membangun kultur sekolah yang kuat sebagai fondasi pendidikan unggul. Kultur tersebut antara lain disiplin dalam ibadah, waktu, belajar, dan bekerja, kesantunan, keteladanan, kejujuran, kesederhanaan, kebersihan, gemar beramal saleh, pelayanan, hidup hemat, percaya diri, sabar dan bersyukur, bijak serta bertanggung jawab, dinamis, dan memiliki cara berpikir maju.












