“Mahasiswa dan pelajar sudah sangat akrab dengan media digital. Maka edukasi keuangan harus disampaikan lewat format yang mereka sukai—video pendek, infografis, hingga konten kreatif,” jelasnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Nur Amelia, content creator edukatif, yang mengajak peserta memproduksi konten positif sebagai senjata melawan arus informasi destruktif di media sosial. “Konten bisa menjerumuskan, tapi juga bisa menyelamatkan. Saatnya anak muda memilih menjadi pencipta, bukan korban,” katanya.
Tak kalah menarik, Mustain Ruddin, praktisi digital dan Ketua Tim Humas SIT Ar-Rahmah Makassar, memandu sesi Produksi Video dan Infografis. Ia mengajak peserta membuat infografis bertema Anti Judi Online dengan pesan utama dan ajakan tindakan positif. “Kita tidak melawan judi online dengan marah, tapi dengan karya,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Materi dari Bank Indonesia juga memperkenalkan prinsip keamanan transaksi digital, termasuk pengenalan QRIS, BI-FAST, serta berbagai modus penipuan berbasis aplikasi yang kini banyak menjerat pengguna muda. Peserta diajarkan untuk kenali – waspadai – adukan bila menghadapi transaksi mencurigakan atau penipuan online.
Sebagai tindak lanjut, panitia meluncurkan Lomba Literasi Keuangan Digital dengan hadiah puluhan juta rupiah. Lomba ini terbuka bagi pelajar dan mahasiswa melalui dua kategori: video edukasi Reels/TikTok dan poster digital. Pendaftaran dibuka mulai 17 Oktober hingga 13 November 2025, dan pemenang akan diumumkan pada akhir November.
Ketua Panitia Nursandy Syam menyebut kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kesadaran digital lintas generasi. “Kami ingin melahirkan ekosistem keuangan digital yang sehat, aman, dan beretika. Literasi bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga tindakan nyata,” ujarnya.
Talkshow ini menutup rangkaian kegiatan dengan pesan kuat: literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi kesadaran moral untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan sinergi antara regulator, akademisi, dan komunitas muda, Pemuda ICMI Sulsel dan Bank Indonesia optimistis dapat membentuk generasi baru yang cerdas secara finansial dan tangguh menghadapi risiko digital.












