Oleh karena itu kesatuan Nusantara yang besar ini salah satu pilar yang menyatukan itu adalah kesamaan agama dan bahasa. Kalau kita bicara sosiologis, karena ada dua etnis saling tidak senang, kecuali mereka Islam. Jadi yang mengikat antarpulau itu adalah kesamaan agama dan bahasanya.
Sehingga, politik bahasa nasional yang paling berhasil di dunia itu adalah Indonesia. Malaysia dan India kalah. Indonesia menggunakan bahasa Indonesia.
Di antara peran bahasa Indonesia sehingga bersinergi dengan Islam dan perdagangan, karena memiliki egalitarian (egaliter). Islam adalah pemegang paham egalitarian. Mengapa tidak terjadi bentrok karena pulau-pulau di Indonesia itu masing-masing subur. Ini berbeda dengan kondisi alam ketika Islam datang ke Timur Tengah. Terjadi perang antarsuku dan luar biasa.
Bahkan Nabi Muhammad saw hijrah dari Mekkah ke Madinah, diharapkan menjadi pemersatu suku-suku yang sudah berapa keturunan tidak rampung-rampung masalahnya. (mda).












