News  

Nakhoda KM Tilongkabila Capt. Subair: Kenyamanan Penumpang Harga Mati

Tilongkabila
Nahkoda KM Tilongkabila, Capt. Subair

Makassar, NusantaraInsight — Sebagai armada angkutan penumpang milik perusahaan negara, KM Tilongkabila tetap mengkedepankan aspek kenyamanan pelayanan kepada para penumpang. Kenyamanan itu mencakup pelayanan konsumsi, ketersediaan fasilitas bagi para pelanggan, kebersihan kapal, dan juga masalah keamanan penumpang.

“Kenyamanan pelayanan itu harga mati buat kami. Kalau pun ada yang komplain terkait pelayanan, misalnya mungkin soal menu yang tidak sesuai selera, itu hal yang lumrah terjadi,” ujar Nakhoda KM Tilongkabila kepada wartawan media ini dalam pelayaran dari Bima ke Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Nakhoda kelahiran Makassar yang sudah melanglangbuana ke dan dari sejumlah kapal penumpang PT Pelni ini menyebutkan, dalam tiga bulan terakhir ini para penumpang yang sedang berlayar bisa langsung menyampaikan uneg-uneg berkaitan dengan pelayanan di kapal. Di depan Informasi Dek 5 kini tersedia nomor kontak Nakhoda KM Tilongkabila dan “Costumer Service” PT Pelni yang dapat dikontak setiap saat, jika penumpang yang sedang berlayar dengan KM Tilongkabila merasa perlu ada yang disampaikan kepada pihak armada.

BACA JUGA:  Hanya Takut Pada Polisi

“Misalnya, kalau pintu musala belum terbuka dan sebagainya, bisa langsung mengontak nomor Nakhoda yang tertera di Informasi Dek 5. Mungkin saja ada satu orang yang kurang puas dengan pelayanan. Tetapi yang puas juga jauh lebih banyak,” ujar Capt.Subair.

Ia menjelaskan kalau persoalan selera menu makanan misalnya, itu suatu yang sangat lumrah terjadi. Tidak mungkin semua lidah memiliki selera yang sama.

“Jika ada nasi yang mungkin masih mentah, kita akan perbaiki,” ujar alumnus SMA Negeri 10 Makassar tahun 1990 tersebut.

Sehubungan dengan masalah selera ini memang rada susah menyamakan rasa lidah banyak penumpang dengan latar belakang budaya dan tradisi yang berbeda. Tetapi pihak manajemen kapal berusaha menyiasatinya. Misalnya, ada penumpang yang tidak suka lauknya pedis-pedis, di dalam menunya kita tidak campurkan cabe (lombok). Tapi disiapkan di bagian lain omprengannya. Sehingga, yang tidak suka pedis-pedis tetap bisa menikmati menu kapal yang tersedia.

Capt. Subair mengatakan, berkaitan dengan masalah kebersihan, kita siapkan asbak di beberapa tempat. Terutama bagi para penumpang yang merokok. Mereka memang tidak diperkenankan merokok di dalam kamar dan di dek-dek penumpang. Harus merokok di area bebas di samping kiri dan kanan kapal atau di tempat-tempat terbuka, seperti di buritan kapal, sehingga asapnya langsung terhembus angin. Tidak memengaruhi penumpang lain yang tidak merokok.

BACA JUGA:  Aliyah Mustika Ilham Buka International Women’s Day Talkshow 2026

“Kita selalu mengingatkan penumpang tentang masalah ini. Alhamdulillah, para penumpang jika ingin merokok, selalu pergi ke bagian luar kapal yang berhubungan langsung dengan udara bebas,” ujarnya.

Menurut Capt. Subair, KM Tilongkabila ini melayari daerah bagian tengah wilayah Indonesia dengan penumpang yang beranekaragam budaya dan kebiasaan. Manajemen KM Tilongkabila secara periodik saat kapal sedang berlayar memperingatkan para penumpang agar menjaga kebersihan dan menjaga keamanan barang masing-masing.

“Dalam soal keamanan, selama ini belum pernah terjadi suatu hal yang merugikan penumpang,” ujar ayah dua anak tersebut dalam percakapan santai dengan wartawan media ini.

Capt. Subair menyebutkan, para penumpang sudah mulai sadar tetap menjaga kebersihan kapal selama pelayaran. Selain karena tersedianya fasilitas penampungan sampah yang memadai, juga belajar dari para penumpang lain yang cukup tertib dan sudah terbiasa bepergian menggunakann kapal laut.

“Jadi mereka itu sudah sadar dari penumpang lain yang tertib membuang puntung rokok ke tempat yang disediakan,” ungkapnya.