News  

MUSDA II ASTINDO Sulsel 2026 Tegaskan Sulsel sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

Dalam sesi talk show bertema “Kolaborasi untuk Kemajuan”, yang dimoderatori oleh Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, ditekankan bahwa masa depan pariwisata Sulawesi Selatan harus dibangun melalui narasi budaya dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Sulawesi Selatan tidak hanya kaya destinasi, tetapi juga kaya makna. Pariwisata harus ditampilkan sebagai pengalaman budaya yang utuh, bukan sekadar perjalanan,” ungkap Dr. Dirk Sandarupa.

Dari kalangan pelaku industri, Adil Nurimba, pengusaha Sulawesi Travel, menyoroti peluang besar pasar inbound wisatawan Belanda ke Sulawesi Selatan. Ia menyebut wisatawan Belanda memiliki ketertarikan kuat terhadap sejarah, budaya, dan kehidupan lokal Sulsel.

“Kedekatan historis dengan Belanda menjadi peluang strategis untuk mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya yang autentik,” jelas Adil.

Sementara itu, Dr. Sukur Oda, S.S., M.Si, pengelola Eduer Tour and Travel, menekankan pentingnya pengembangan eduwisata di Sulawesi Selatan. Menurutnya, Sulsel memiliki potensi besar sebagai ruang belajar terbuka berbasis budaya, bahasa, dan tradisi lokal.

“Sulawesi Selatan dapat menjadi destinasi pembelajaran bagi pelajar dan wisatawan mancanegara yang ingin memahami budaya Nusantara secara langsung,” ujarnya.

BACA JUGA:  GAN Sulsel Teken MoU dengan 3 Kabupaten 

Melalui MUSDA II yang digelar di Hotel Sheraton Makassar ini, ASTINDO Sulawesi Selatan diharapkan melahirkan program kerja dan kepengurusan yang mampu memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai destinasi unggulan yang berkarakter budaya, kompetitif, dan terkoneksi secara global.