News  

MUSDA II ASTINDO Sulsel 2026 Tegaskan Sulsel sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

NusantaraInsight, Makassar — Musyawarah Daerah (MUSDA) II DPD ASTINDO Sulawesi Selatan resmi digelar pada 12 Februari 2026 di Hotel Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan.

Forum ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan gerbang utama Indonesia Timur.

Kegiatan ini mempertemukan asosiasi perjalanan wisata, pemerintah, pelaku industri, serta kalangan akademisi dalam upaya memperkuat kolaborasi dan merumuskan strategi pembangunan pariwisata Sulawesi Selatan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Kegiatan ini di-host oleh Ibu Erna, anggota ASTINDO, dan menjadi forum strategis yang menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan gerbang utama Indonesia Timur.

Ketua DPD ASTINDO Sulawesi Selatan, Nurhayat, menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan memiliki modal besar berupa kekayaan budaya, potensi alam, serta posisi strategis sebagai hub perjalanan.

Ia menegaskan bahwa ASTINDO Sulsel siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengemas dan memasarkan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ASTINDO, Pauline Suharno, menilai Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan pariwisata nasional.

BACA JUGA:  Lapor Pak ! Sepanjang 2025, Ombudsman RI Sulsel Optimalkan Respon Cepat dan Investigasi Mandiri

Menurutnya, kekuatan Sulsel terletak pada keberagaman destinasi—mulai dari budaya Toraja, wisata bahari dan pesisir, hingga Kota Makassar sebagai pusat MICE dan konektivitas kawasan timur Indonesia.

“Sulawesi Selatan merupakan etalase pariwisata Indonesia Timur. Kolaborasi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat agar daya saingnya meningkat di tingkat global,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah provinsi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Muhammad Arafah, ST, MT, memaparkan potensi besar pariwisata Sulsel dengan penekanan pada peningkatan kualitas destinasi, pelestarian budaya, serta penguatan sumber daya manusia pariwisata.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan asosiasi perjalanan seperti ASTINDO untuk memperluas pasar dan meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Drs. A. Hendra Hakamuddin, S.STP, MPA, menegaskan bahwa Makassar memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.

Kolaborasi dengan ASTINDO dinilai penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat event pariwisata, serta menghubungkan Makassar dengan destinasi unggulan di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.