Tak hanya kepada peserta, Munafri juga memberikan perhatian khusus kepada para ofisial dan pelatih agar menjaga kekompakan, kondisi fisik, serta fokus para kafilah selama mengikuti rangkaian lomba.
“Jaga kekompakan anak-anak ini, jaga kondisinya, jaga fokusnya. Dengan itu, cita-cita kita untuk meraih juara umum bisa kita wujudkan,” katanya.
Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa pelepasan kafilah Kota Makassar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membina generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, pembinaan generasi Qur’ani tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca atau melantunkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia serta kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelepasan kafilah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud komitmen kita dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Aliyah berharap seluruh peserta kafilah Kota Makassar dapat tampil maksimal dalam setiap cabang lomba yang diikuti, sekaligus menjaga nama baik daerah di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar peserta dari berbagai daerah.
“Harapan kami, seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga nama baik Kota Makassar, serta menjadikan MTQ ini sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.
Dia optimistis, dengan persiapan yang matang serta dukungan doa dari seluruh masyarakat, kafilah Kota Makassar mampu meraih hasil terbaik pada pelaksanaan MTQ di Kabupaten Maros.
” Insya Allah, dengan persiapan dan doa bersama, kita bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarif, menyampaikan kesiapan penuh kafilah Kota Makassar, dalam mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros, pada tanggal 10 hingga 19 April 2026.
Dalam laporannya, Syarif mengungkapkan bahwa total kekuatan kontingen mencapai 105 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.
“Jumlah peserta dan ofisial kita sebanyak 105 orang. Ini termasuk pelatih sebanyak 8 orang dan ofisial 31 orang. Seluruh cabang lomba kita ikuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kafilah Kota Makassar akan berlaga di seluruh cabang yang dipertandingkan, yakni sebanyak 18 cabang lomba untuk kategori putra dan putri, baik yang bersifat perorangan maupun beregu.
Cabang tersebut meliputi Tartil Qur’an, Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, Qira’at Murattal, hafalan Al-Qur’an mulai dari satu juz hingga 30 juz, Tafsir Bahasa Arab, Tilawah Bahasa Indonesia dan Inggris, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Menurut Syarif, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi ketat serta pembinaan intensif melalui training center (TC).
Hal ini menjadi dasar optimisme bahwa seluruh peserta memiliki peluang besar untuk meraih prestasi terbaik.
“Kita berkeyakinan semua memiliki potensi untuk juara, bahkan juara umum. Karena kita telah melalui seleksi yang ketat dan TC yang maksimal,” jelasnya.
Dia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kota Makassar agar target meraih juara umum dapat terwujud, terlebih pada pelaksanaan MTQ kali ini Makassar bertekad meningkatkan capaian dari tahun sebelumnya yang berhasil meraih juara dua umum.












