“Semua pelaku UMKM kuliner harus punya Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Jangan lagi berjualan di atas got. Bagaimana dagangannya mau laku kalau tempatnya saja tidak layak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan pentingnya inovasi di tingkat kelurahan. Menurutnya, lurah harus kreatif mencari solusi dan menghadirkan ide yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
” Bangun komunikasi yang solutif dengan warga. Pastikan kamtibmas di wilayah masing-masing tetap terkendali. Jangan sampai ada kejadian di lapangan yang Bapak-Ibu tahu belakangan dari kami,” ujarnya mengingatkan.
Menutup arahannya, Munafri berpesan agar seluruh lurah menjaga amanah jabatan yang diemban dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab.
“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi amanah. Mari bekerja dengan hati, karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat yang kita layani,” tutupnya disambut tepuk tangan seluruh peserta retret.
Diketahui, orang nomor satu kota Makassar itu hadir langsung di Malino menggunakan tunggangan kendaraan roda dua, menembus jalan berkelok di antara pepohonan pinus dan udara sejuk yang menyapa wajah, menjadi sensasi seperti ajang pecinta touring motor.
Apalagi Malino, kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Gowa, memang selalu punya magnet kuat bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.












