News  

Munafri Arifuddin Dorong Diplomasi Perkuat Jejaring Global di Forum WCSMF Vienna

Dr. Cathy Oke, Director Melbourne Centre for Cities University of Melbourne, yang mempresentasikan inovasi kebijakan lingkungan perkotaan.

Forum ini juga dihadiri kepala daerah, pejabat pemerintah kota, pakar urban development, dan organisasi internasional dari berbagai negara. Diskusi panel yang berlangsung sepanjang hari membahas isu-isu krusial, seperti.

Penguatan tata kelola pemerintahan kota berbasis transparansi dan akuntabilitas, strategi mitigasi perubahan iklim melalui kebijakan ramah lingkungan.

Kemudian, transformasi digital untuk meningkatkan layanan publik. Serta partisipasi aktif Pemerintah Kota Makassar di World Cities Summit Mayors Forum 2025 menjadi bukti keseriusan dalam menjawab tantangan perkotaan masa kini dan masa depan.

Pada Kesempatan ini, Munafri Arifuddin optimistis, forum ini akan membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk dalam pengembangan teknologi perkotaan, peningkatan kapasitas SDM, dan pertukaran praktik terbaik dalam pembangunan kota berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi global. Kami percaya, kolaborasi dan inovasi adalah kunci mewujudkan kota-kota yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” jelas Munafri.

Diketahui, World Cities Summit Mayors Forum 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 4 Juli 2025, dengan berbagai sesi diskusi, temu wicara, dan pertemuan bilateral yang memungkinkan tiap delegasi memaparkan potensi daerah serta menjajaki peluang kemitraan strategis.

BACA JUGA:  Bahas Sekolah Inklusi, Disdikbud Maros Kunjungi SLBN 1 Makassar

Pada kegiatan World Cities Summit Mayors Forum 2025 di Vienna diawali dengan sambutan hangat (welcome address) dari Presiden Singapore Management University (SMU), Prof. Lily Kong.

Dalam pidatonya, Prof. Lily Kong menegaskan komitmen SMU sebagai institusi pendidikan yang berkembang pesat dan dinamis, yang tidak hanya berfokus pada kontribusi bagi kota Singapura, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan global mengenai isu-isu perkotaan.

“Singapore Management University merupakan kampus yang berkembang pesat dan dinamis serta berusaha untuk memberikan nilai tambah tidak hanya bagi kota Singapura, tetapi juga berkontribusi pada studi dan pemahaman tentang kota,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan hari berupaya untuk meningkatkan pemahaman para pemimpin dan masyarakat tentang kota, dan untuk memberikan wawasan bagi kebijakan dan praktik perkotaan, khususnya, di bidang infrastruktur perkotaan, pertumbuhan perkotaan, dan kehidupan perkotaan.

“Kehadiran para pemimpin kota pada City Dialogues di Vienna menjadi representasi para pengambil kebijakan tertinggi untuk mewujudkan pembangunan yg berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Prof. Kong.