Terakhir, di sektor kehutanan, fokus beralih pada Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Komoditas seperti rotan, bambu, madu, hingga sarang burung walet terus dikembangkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
“Potensi hasil hutan kita sangat melimpah dan punya nilai jual tinggi di pasar global,” pungkasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para peserta pertemuan.
Gubernur Yulius menghadiri PSBM XXVI 2026 di Kota Makassar dengan didampingi Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Denny Mangala, Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk, Direktur Utama Perumda Sulut Dating Palembangan, dan anggota DPRD Provinsi Sulut Abdul Gani yang juga Ketua KKSS Sulawesi Utara. (*)












