News  

Masjid Wartawan PWI Sulsel Terbengkalai, Wartawan Prihatin

NusantaraInsight, Makassar — Dalam beberapa hari terakhir, pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan AP Pettarani, bekas Gedung PWI Sulsel, menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, khususnya insan pers.

Para wartawan menyatakan keprihatinan terhadap kondisi masjid tersebut yang sudah beberapa tahun tidak lagi difungsikan dan kini berada di bawah penguasaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya juga kaget karena Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan ini tiba-tiba menjadi pembicaraan. Teman-teman wartawan, khususnya pengurus PWI Sulawesi Selatan, merasa prihatin karena masjid tersebut tidak lagi difungsikan sejak gedung dan lahan PWI Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani diambil alih oleh Pemprov Sulsel pada tahun 2022,” ujar wartawan senior Asnawin Aminuddin kepada wartawan di Makassar, Senin, 30 Maret 2026.

Mantan Ketua Seksi Pendidikan PWI Provinsi Sulsel itu juga berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat membuka kembali akses ke dalam masjid serta melakukan perbaikan agar dapat difungsikan kembali.

BACA JUGA:  Sinergi Kampus dan Petani: Greenhouse Merica di Tompobulu Kini Lebih Efisien

“Saya sering melintas di depan bekas Gedung PWI Sulsel dan beberapa kali singgah untuk bernostalgia, mengenang masa-masa aktif sebagai pengurus PWI Sulsel sekaligus pengurus Masjid Wartawan PWI,” ungkapnya.

Ia menuturkan, Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan dahulu cukup ramai oleh jamaah, baik dari kalangan wartawan maupun masyarakat sekitar. Masjid ini juga menjadi tempat singgah bagi banyak orang untuk beribadah dan beristirahat, karena dilengkapi fasilitas seperti kamar mandi, toilet, serta pendingin ruangan yang membuat suasana di dalam masjid terasa nyaman.

“Dulu, setiap hari banyak orang datang untuk shalat, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri. Karena lokasinya strategis, banyak pula yang singgah untuk beristirahat, bahkan sekadar berbaring melepas lelah,” tutur Asnawin.

Selain sebagai tempat ibadah, pengurus Masjid Wartawan PWI juga aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin setiap hari Kamis serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Pengurus masjid dulu cukup aktif mengadakan kegiatan. Namun sangat disayangkan, setelah Pemprov Sulsel mengambil alih Gedung PWI Sulsel, Masjid Wartawan PWI juga dibiarkan terbengkalai,” tambahnya.

BACA JUGA:  Daeng Nojeng: Ada Tangan Pak Rektor UNM Dibalik Suksesnya Seminar Nasional Bahasa Ibu 2025

Lebih lanjut, Asnawin menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan diawali dengan peletakan batu pertama pada 8 Desember 2010, dan mulai dibangun secara efektif sejak 18 Maret 2011.

“Awalnya masjid ini diberi nama Masjid Nurul Yasin PWI Sulsel. Namun kemudian diganti menjadi Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan. Masjid ini diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Syahrul Yasin Limpo, pada 21 Juni 2014, dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-68 PWI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” papar Asnawin.