News  

Kontingen Pesparawi Sulsel Tampil Magis dan Sihir Penonton di Hari Pertama

Keberhasilan di sektor solo rupanya menular ke kategori Vokal Grup. Kelompok vokal besutan LPPD Kabupaten Tana Toraja tampil begitu enerjik dan atraktif di hadapan para pakar musik tanah air yang menjadi dewan juri, yakni Ronny Loppies, Harry Anggoman, dan Yusuf Simorangkir.

Mentas di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat sekitar pukul 13.15 WIT dengan nomor undian 16, tim yang dilatih oleh Ida Ibrahim, S.Pd, MM ini menyajikan kekompakan yang solid. Mereka tampil modis dalam balutan busana hitam yang dipadukan dengan ukiran tenun warna merah dan kuning emas khas Toraja.

Tiga komposisi lagu berhasil dibawakan dengan aransemen yang ciamik. Mereka membuka penampilan dengan lagu wajib “Nyanyian Papua” (Igor Leonard Sopamena), disusul lagu pilihan terikat berupa *medley* apik dari lagu “Ya Tuhan Tiap Jam”, “Tuhan Pimpin Anakmu”, dan “Ku Heran, Allah Mau Memb’ri” aransemen Jondry Latuheru, serta ditutup manis oleh lagu pilihan bebas “Pujianku Bagimu” (Eko Agus Kandung Prihatin).

Menyempurnakan kegemilangan hari pertama Sulsel, tim Paduan Suara Anak (PSA) Tana Toraja yang diperkuat 35 anak berbakat di bawah asuhan pelatih Emi Ibrahim, SE, sukses menyuguhkan performa teatrikal yang epik di Auditorium Rektorat Universitas Papua Barat.

BACA JUGA:  Kunjungi Booth Makassar di APEKSI, Aliyah Mustika Ilham: Makassar Tampil Adaptif dan Berbudaya

Dipimpin langsung oleh Emi Ibrahim sebagai dirigen, kelompok dengan nomor undian 8 dan naik pentas sekitar pukul 10.00 WIT ini tampil penuh energi dengan kostum seragam merah-kuning emas khas Toraja yang mencolok, memperdengarkan teknik vokal komunal yang sangat matang.

Paduan suara yang harmonis serta koreografi yang sinkron membuat seisi ruangan seolah terhipnotis, bahkan bulu kuduk merinding saking indahnya lantunan suara mereka. Penampilan magis ini sukses memukau panel juri yang terdiri dari George Ruata, Sukanty, Yusuf Tjahyo, Rudolf Hehanusa, dan Relin Huka.

Tiga pujian rohani yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh anak-anak asuh Emi Ibrahim ini meliputi lagu wajib “Aku Hendak Memuji Tuhan” (Mahardhika Kusumo Simbolon), lagu pilihan terikat berjudul sama “Aku Hendak Memuji Tuhan” (Timbul F. Parsaulin), serta lagu pilihan bebas berbahasa Latin “Psallite” (Kyle Pederson).

Langkah awal yang manis di hari pertama Pesparawi Nasional XIV 2026 ini disambut dengan tangis haru dan sorak gembira oleh seluruh ofisial dan peserta kontingen Sulsel. Mereka berharap tren positif ini terus terjaga pada hari-hari berikutnya demi membawa pulang prestasi tertinggi bagi Bumi Sulawesi Selatan. (*)