NusantaraInsight, Jakarta — Ketua PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hudono dan Ketua PWI Bengkulu Marsal Abadi sama-sama meraih suara terbanyak, 21 suara serta Lutfi Hakim yang juga Ketua PWI Jawa Timur (meraih 19 suara), terpilih sebagai pimpinan sidang pleno II Kongres Persatuan PWI tahun 2025 yang berlangsung di Gedung BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Cikarang Bekasi, Sabtu (30/8/2025).
Sidang Pleno I Kongres Persatuan PWI yang dipimpin Zulkfli Gani Ottoh yang didampingi IG Dwikora selaku Ketua dan Sekretaris Steering Committee (SC) tersebut melakukan pemungutan suara untuk memilih tiga orang yang diamanahkan memimpin sidang Pleno II Kongres Persatuan PWI Pusat yang dinisiasi Anggota Dewan Pers Dahlan Dahi 16 Mei 2025.
Sidang Pleno II yang berlangsung setelah diskors 30 menit Sabtu (30/5/2025) untuk istirahat, salat, dan makan (isama) bertugas memimpin sidang dengan agenda pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025-2030.
Setiap PWI Provinsi yang jumlahnya 41, masing-masing mengirim tiga nama yang dicatat melalui kertas untuk dipilih tiga orang yang meraih suara tertinggi sebagai pimpinan sidang.
Nama-nama yang masuk dalam kandidat pimpinan sidang selain ketiga nama yang terpilih itu masing-masing: Sarjono (18 suara), Fathur Rahman (Ketua PWI Sampang, 17 suara) , Djen Bisay (16 suara), Hari Bisay (5), Asri (Ketua PWI Maluku Utara, 2), sementara Syamsir, Fahri Anda, Totok Surianto, Joko Tetuko, dan Zulkifli Gani Ottoh, masing-masing memperoleh satu suara.
Sidang pleno I Kongres Perstuan PWI Pusat Sabtu berlangsung sedikit a lot saat terjadi diskusi antara Pimpinan Sidang dengan delegasi PWI Kalimantan Utara (Kaltara).
Pasalnya, Ketua PWI Kaltara yang diundang oleh Panitia Kongres Persatuan, tidak tercantum sebagai peserta Kongres Persatuan yang tertuang dalam surat mandat sesuai dengan PD PRT PWI.
Pimpinan sidang Zilkifli Gani Ottoh akhirnya bersikeras agar PWI Kaltara menuntaskan permasalahan internalnya dulu sebelum memberikan suara dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.
Berdasarkan informasi yang berkembang dalam kongres tersebut, ternyata terjadi disharmoni antara Ketua PWI Kaltara dengan personel pengurus lainnya. Terbukti, dalam sidang pleno PWI Kaltara, Ketua PWI tidak hadir, hingga melahirkan surat mandat yang diberikan kepada bukan Ketua PWI Kaltara.
Hingga saat ini, dua calon ketua Umum PWI Pusat yang sudah disahkan adalah Henri Ch.Bangun (Ketua PWI 2023-2025) dan Ahmad Munir, sementara Ketua Dewan Kehormatan adalah Atal Sembiring Depari (Ketua PWI 2028-2023) dan Sihono HT (jurnalis senior dari Yogyakarta).