Para penerima tersenyum, merasa dihargai dan diperhatikan.
Babda mengkui, memilih hari Jumat sebagai momen sentral penyaluran menu bergizi.
Pasalnya, Jumat selain memiliki nilai spiritualitas dan momentum sosialnya, hari Jumat juga diyakini sebagai hari terbaik untuk bersedekah dan melipatgandakan pahala.
“Di sela sela pembagian menu, saya selalu menatap mata mereka, seakan mendengar suara dan hari mereka. Dan terkadang, saya juga merasakan betapa banyak orang yang tersenyum, meski di antara senyum mereka diselingi tetes air mata yang sering diabaikan.
Salah seorang penerima mengaku bangga dengan kehadiran komunitas Elang Timur Indonesia. Ibu setengah baya ini tinggal di rumah kontrakan kecil bersama tiga anaknya.
“Anak-anak saya langsung lari begitu melihat ada pembagian menu ini dari anak anak muda Elang Timur Indonesia. Bukan karena lapar saja, tapi karena anak anak saya ketahui, masih ada yang peduli, ” ujarnya. (din pattisahusiwa)












