News  

KLHK-Unhas Kolaborasi Inventarisasi Terumbu Karang Indonesia di Bima

Ketertarikan wisatawan terhadap laut dan pantai kian meningkat ketika para artis dan pelancong banyak beralih jadi penyelam. Peluang ini cukup menjanjikan. Para pengusaha berebut mencari peluang, lokasi dan tawaran lokal. Bima bagian timur dari Wera. Sape, dan Lambu punya peluang terbuka. Investasi trip, cottage, dive operator, berebutan ketika informasi terbuka.

“Pemerintah Bima pasti akan “welcome” menerima dengan layanan prima dan integritas tinggi,” ungkap Ipul.

Dia mengemukakan tip, pertemuan, promosi. workshop dan atau webinar yang intens, akan memancing investasi dan kunjungan ke Bima.

Dampaknya Bima mulai dikenal dan berlanjut transaksi investasi. Informasi dikemas oleh profesinal pemasaran wisata, para ahli terus menyuarakan potensi terindah yang dimiliki Bima.

Packing informasi sumber daya alam dan alur trip menjadi info terbuka, tidak hanya dinas pariwisata, tapi dengan kerja sama yang baik dan benar dengan pihak luar bima. Agen-agen penjualan diserahkan ke swasta, mereka akan berkreasi via internet.

Tim peneliti Unhas kerjasama Kementerian LH tengah mengobservasi alam indah terumbu karang NTB diwakili Bima di sisi timur Wera. Sape dan Lambu guna mendukung program inventarisasi terumbu karang Indonesia. Unhas tuk wilayah Indonesia timur, sementara Ipb di Indonesia barat. Semoga ide gagasan ini menjadi tonggak tuk wisata Bima yg maju pasca Komodo. Sehingga Bima bisa menjadi penyangga wisata komodo for next step.

BACA JUGA:  Tekankan Pelayanan Prima kepada Wajib Pajak, Dirjen Pajak Kunjungi KPP Pratama Makassar Utara