Dari sisi dampak, penyelenggaraan MTQ diproyeksikan turut menggerakkan sektor lain seperti perhotelan, transportasi, dan jasa. Peningkatan aktivitas ekonomi dinilai akan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Namun demikian, esensi utama MTQ tetap pada penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi Qur’ani sekaligus mempererat keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten Maros optimistis dapat menyelenggarakan MTQ XXXIV secara lancar dan bermakna. Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini diharapkan meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ekonomi.













