News  

Jenazah Florencia Dimakamkan Sabtu di Tondano

NusantaraInsight, Pangkep — Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) Florencia Lolita Wibisono (33) yang mengalami kecelakan menabrak gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/1/2026) direncanakan dikebumikan di Tondano, Manado, Sabtu (24/1/2026).

Kakak ipar almarhumah Florencia, Felix mewakili keluarga menjelaskan kepada media, seperti ditayangkan MetroTV, Kamis (22/1/2026) malam, pemakaman di Tondano sesuai dengan permintaan keluarga. Jenazah diterima keluarga korban Rabu (21/1/2026)

“Atas nama keluarga kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban,” ujar Felix sembari terisak.

Florencia yang akrab disapa Olen termasuk seorang profesional di bidang penerbangan dengan pengalaman lebih 14 tahun sebagai pramugari. Ia mengawali kariernya di sektor penerbangan regional, tempat dia membangun basis profesional yang kuat dalam aspek ketelitian kerja, pelayanan kepada penumpang, dan standar keselamatan penerbangan.

Pengalaman itu, mengantar Olen ke posisi yang lebih tinggi, sebagai “Senior Flight Attendant”, hingga akhirnya dipercaya mengemban peran strategis sebagai “Flight Attendant Company Checker” sekaligus instruktur di PT Wings Abadi Airline.

BACA JUGA:  Wujudkan WBBM 2025, Kemenkum Gorontalo Komitmen Bangun ZI

Melansir dari MetroTV, Florencia tengah menempuh pendidikan strata satu (S-1) pada Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH) sejak 19 Agustus 2024.

Jenazah Florencia diangkat dari jurang sedalam 500m dengan menggunakan teknik “hoist”, yakni menurunkan tali baja dari helikopter yang mengudara dan menariknya ke heli. Helikopter Basarnas jenis Daulphin HR-3601 meninggalkan Lanud Hasanuddin menuju Desa Lampeso Desa Tompobulu Kecamatan Bacukiki pada pukul 07.47 dan tiba pada pukul 07.59 dengan sistem “air landed”.

Pada pukul 08.18 mendarat kembali di Lanud Hasanuddin dan tiba di Bidokkes Polda Sulsel 08.55.

Selain, jenazah Florencia dan Deden Maulana, Tim SAR Gabungan juga menemukan 6 bagian tubuh (body part) korban pesawat ART 42-50 pada hari kelima operasi pencarian yang dilakukan sejak Sabtu (17/1/2026).

Selain menemukan bagian tubuh korban dan kedua jenazah korban pesawat ATR 42-500, tim SAR Gabungan juga telah menemukan “black box” (kotak hitam) Rabu (21/1/2026). Kotak hitam tersebut sudah diserahkan kepada Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

BACA JUGA:  Pengurus DPD ASISI Sulsel Periode 2025-2030 Resmi Dikukuhkan

“Diperlukan waktu sekitar 5 sampai 10 hari untuk menganalisis “black box” baru dapat diinformasikan ke publik,” ujar Soerjanto Tjahjono kepada awak media.