Bantaeng, NusantaraInsight – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat yang siap mengambil bagian dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan tersebut. Salah satu nama yang menyatakan kesiapan maju adalah Aso Alif.
Dengan pengalaman dalam berbagai aktivitas organisasi kepemudaan, Aso Alif membawa gagasan untuk menjadikan KNPI Bantaeng bukan sekadar wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan, tetapi sebagai rumah bersama yang mampu menyatukan potensi pemuda sekaligus melahirkan terobosan nyata bagi kemajuan daerah.
Gagasan tersebut menitikberatkan pada penguatan konsolidasi antarpemuda dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), sehingga KNPI dapat menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi seluruh elemen kepemudaan di Bantaeng.
Aso Alif menilai, kekuatan KNPI berada pada keberagaman OKP yang menjadi bagian di dalamnya. Karena itu, perbedaan latar belakang organisasi tidak semestinya menjadi sekat, melainkan menjadi modal bersama untuk membangun program kepemudaan yang produktif dan berkelanjutan.
Salah satu orientasi yang ingin didorong adalah memperkuat kolaborasi KNPI dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan pemuda, termasuk peningkatan kapasitas, kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, Aso Alif membawa gagasan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu ruang strategis pemberdayaan pemuda.
Menurut gagasan yang ditawarkan, KNPI dapat mengambil peran sebagai jembatan yang mempertemukan pemuda, pelaku UMKM, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Orientasi kita adalah bagaimana KNPI ke depan bisa menjadi rumah bersama seluruh pemuda dan OKP. Kita ingin membangun kolaborasi yang konkret dengan pemerintah daerah, terutama dalam menciptakan ruang usaha dan pemberdayaan ekonomi bagi pemuda,” demikian garis besar gagasan Aso Alif Selasa 29 September 2026.
Ia juga mendorong agar setiap OKP tidak hanya berperan dalam aktivitas sosial dan kepemudaan, tetapi memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi organisasi secara mandiri.
Konsep tersebut dapat diarahkan melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pengembangan produk, pemasaran digital, hingga membuka jejaring kerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.
Dengan demikian, keberadaan KNPI diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi pengurus organisasi, tetapi juga bagi kader dan pemuda di berbagai wilayah Kabupaten Bantaeng.
Aso Alif juga menekankan pentingnya membangun pola kerja organisasi yang inklusif. KNPI, kata dia, harus mampu merangkul seluruh kelompok kepemudaan tanpa membedakan latar belakang organisasi, sehingga potensi besar pemuda Bantaeng dapat dihimpun dalam satu agenda bersama.
Gagasan tersebut sekaligus menempatkan Musda KNPI Bantaeng sebagai momentum untuk memperkuat persatuan pemuda dan merumuskan arah gerakan kepemudaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.












