News  

IKAPROBSI Dorong Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Utama Forum Akademik Internasional

Menurut Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., perkembangan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) menunjukkan peluang besar dalam memperluas posisi bahasa Indonesia di tingkat global.

Ia menyebut bahasa Indonesia saat ini telah dipelajari di sekitar 45 negara melalui ratusan lembaga pendidikan. Kondisi tersebut menurutnya harus direspons dengan rasa percaya diri yang lebih besar di dalam negeri.

“Orang asing saja belajar bahasa Indonesia. Jangan sampai justru kita yang berada di Indonesia malu atau merasa kurang bergengsi menggunakan bahasa sendiri di forum akademik,” katanya.

Soroti Bahasa Media Massa
Selain forum akademik, Ketua Umum IKAPROBSI juga menilai tantangan besar penggunaan bahasa Indonesia justru muncul di ruang publik, termasuk media massa.

Menurutnya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan berbahasa masyarakat sehingga ketepatan, kecermatan, dan konsistensi penggunaan bahasa Indonesia harus mendapat perhatian.

“Tantangan terbesar kita salah satunya ada di media massa. Bahasa yang digunakan media akan dibaca dan ditiru masyarakat. Karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bagian dari pembinaan bahasa nasional,” ujar Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd.

BACA JUGA:  Forsi LHK Sulsel Gelar Workshop Literasi: Menulis Artikel Hasilkan Cuan

Rakernas Akan Hasilkan Rekomendasi
Rakernas X IKAPROBSI mengangkat tema “Penguatan Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global.”

Forum tersebut akan mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus merumuskan agenda strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, serta kebijakan kebahasaan.

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. mengatakan rekomendasi hasil Rakernas dan Seminar Internasional akan disampaikan kepada pemerintah, kementerian terkait, serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

“Kita ingin hasil forum ini tidak berhenti sebagai diskusi. Harus ada rekomendasi yang dikawal agar dapat direalisasikan dalam kebijakan,” ujarnya.

Salah satu isu yang akan menjadi perhatian ialah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, tetapi penggunaannya harus dibarengi etika dan tanggung jawab akademik.

“AI boleh dimanfaatkan, tetapi jangan sampai menghilangkan proses berpikir, kreativitas, dan integritas. Etika pemanfaatannya harus menjadi bagian dari pendidikan,” katanya.

249 Pemakalah Ikut Seminar
Seminar internasional IKAPROBSI di Makassar diikuti sekitar 249 pemakalah melalui sesi luring dan daring. Para peserta mempresentasikan berbagai hasil penelitian mengenai bahasa, sastra, pembelajaran, teknologi pendidikan, dan persoalan mutakhir dalam pengembangan bahasa Indonesia.

brbr
brbr
br