News  

Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Rujab Gubernur Sulsel, LDII Sulsel Tegaskan Komitmen Berkontribusi untuk Bangsa

Kemerdekaan, menurut dia, bukan hanya persoalan terbebas dari penjajahan secara fisik. Maknanya juga terlihat ketika masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman, beribadah dengan tenang, bekerja, berkarya, dan mengejar kesejahteraan.

“Makna yang sesungguhnya adalah pada saat kita bisa melakukan ibadah kepada Allah SWT tanpa gangguan apa pun, tanpa rasa khawatir, tanpa gangguan keamanan,” kata Asdar.

Ia melihat kondisi kehidupan beragama di Indonesia sebagai salah satu bagian penting dari kemerdekaan yang patut dijaga. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menjalankan agama dan keyakinannya, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang.

“Sekarang di Indonesia luar biasa. Semua umat bisa melaksanakan keyakinannya, agamanya, dan ibadahnya tanpa gangguan keamanan. Semuanya dalam keadaan aman dan masyarakat bisa mengejar kesejahteraannya,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Asdar menempatkan keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti LDII sebagai bagian dari ekosistem masyarakat sipil yang dapat membantu pemerintah mengisi kemerdekaan.

Tiga Kata Kunci: Karya, Kontribusi, dan Komunikasi

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Gelar Verifikasi RKAS BOSP 2025

Asdar menegaskan, LDII Sulawesi Selatan berupaya menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui kerja nyata. Ia menyebut tiga kata kunci yang menjadi bagian penting dari pengabdian LDII, yakni karya, kontribusi, dan komunikasi.

Menurut dia, karya diperlukan agar organisasi tidak berhenti pada gagasan. Kontribusi menjadi ukuran sejauh mana keberadaan organisasi memberikan manfaat. Sementara komunikasi diperlukan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen bangsa.

“Pengabdian kami di LDII adalah karya, kontribusi, dan komunikasi. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan sebaik-baiknya, dengan banyak melakukan hal-hal positif, terutama bagaimana masyarakat bisa merasakan keberadaan kita,” katanya.

Ia menambahkan, LDII memiliki 8 kluster pengabdian untuk bangsa yang terus didorong melalui berbagai kegiatan. Program-program tersebut, kata dia, harus terus bergerak dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bagi LDII Sulsel, pengabdian semacam itu menjadi cara konkret untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“LDII terus berkontribusi, terus membangun karya, terus memberikan hal-hal yang bisa membantu pemerintah dalam mengisi kemerdekaan ini,” ujar Asdar.

BACA JUGA:  Utusan DPW dan 22 Delegasi LDII se-Sulsel Hadiri Munas X LDII 2026 di Jakarta

Peringatan HUT ke-81 RI di Makassar berlangsung dalam suasana yang mempertemukan pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran LDII Sulsel dalam momentum tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.