Dalam konteks itu, Asdar menempatkan keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti LDII sebagai bagian dari ekosistem masyarakat sipil yang dapat membantu pemerintah mengisi kemerdekaan.
Tiga Kata Kunci: Karya, Kontribusi, dan Komunikasi
Asdar menegaskan, LDII Sulawesi Selatan berupaya menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui kerja nyata. Ia menyebut tiga kata kunci yang menjadi bagian penting dari pengabdian LDII, yakni karya, kontribusi, dan komunikasi.
Menurut dia, karya diperlukan agar organisasi tidak berhenti pada gagasan. Kontribusi menjadi ukuran sejauh mana keberadaan organisasi memberikan manfaat. Sementara komunikasi diperlukan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen bangsa.
“Pengabdian kami di LDII adalah karya, kontribusi, dan komunikasi. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan sebaik-baiknya, dengan banyak melakukan hal-hal positif, terutama bagaimana masyarakat bisa merasakan keberadaan kita,” katanya.
Ia menambahkan, LDII memiliki 8 kluster pengabdian untuk bangsa yang terus didorong melalui berbagai kegiatan. Program-program tersebut, kata dia, harus terus bergerak dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagi LDII Sulsel, pengabdian semacam itu menjadi cara konkret untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kehidupan sehari-hari.
“LDII terus berkontribusi, terus membangun karya, terus memberikan hal-hal yang bisa membantu pemerintah dalam mengisi kemerdekaan ini,” ujar Asdar.
Peringatan HUT ke-81 RI di Makassar berlangsung dalam suasana yang mempertemukan pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran LDII Sulsel dalam momentum tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Asdar menilai, tantangan Indonesia setelah 81 tahun merdeka bukan lagi sekadar mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan dalam bentuk lama. Tantangannya telah bergeser menjadi bagaimana membangun masyarakat yang aman, produktif, sejahtera, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai seremoni tahunan semata.
Kemerdekaan, kata Ketua LDII Sulsel, harus hadir dalam bentuk kehidupan yang lebih baik. Masyarakat harus dapat beribadah dengan aman, bekerja dengan tenang, mengembangkan potensi, serta ikut menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Ini adalah pengingat bagi kita bahwa kemerdekaan Republik Indonesia tidak mudah. Kemerdekaan melalui perjuangan yang sangat panjang,” katanya.
Karena itu, Asdar mengajak seluruh pengurus dan warga LDII Sulawesi Selatan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi untuk memperkuat pengabdian kepada bangsa.
“Mewakili seluruh pengurus dan warga LDII Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun 2026,” ujarnya.
Pihaknya berharap Indonesia ke depan semakin aman, selamat, lancar, sukses, sehat, dan diberkahi. “LDII untuk bangsa.”












