Ia mengambil contoh kesuksesan Kota Bandung yang bertransformasi menjadi pusat inovasi berkat dukungan institusi pendidikan ternama seperti ITB dan Unpad. Model sinergi antara keahlian teknologi dan potensi wilayah tersebut dinilainya sangat relevan untuk diadaptasi di Sulawesi Selatan.
Langkah konkret yang ia usulkan dimulai dengan pemetaan komprehensif terhadap keunggulan lokal, yang kemudian dikonversi menjadi aktivitas produksi yang terpadu dari hulu ke hilir.
“Apabila ekosistem produksi ini berjalan, maka secara natural lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan taraf kesejahteraan masyarakat pun akan terkerek naik,” imbuhnya.
Ia juga memberikan catatan kritis pada sektor perkebunan kelapa yang hingga kini masih terjebak pada pola ekspor bahan mentah. Ermaula mendorong agar struktur industri diperpanjang sehingga mampu menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.
“Mengekspor kelapa bulat itu nilainya minim. Namun, jika kita mampu mengolahnya menjadi produk jadi seperti bubuk kelapa atau turunan lainnya, nilai tambahnya akan berlipat ganda,” urainya dengan detail.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jaringan saudagar KKSS di tanah air untuk mulai menyinergikan aspek teknologi dan investasi dengan sektor agrikultur guna membangun ekosistem ekonomi yang tangguh.
Ia menambahkan, KKSS Bandung membawa warna tersendiri dalam memberikan kontribusi bagi daerah, yakni dengan tidak hanya mengandalkan sumber daya fisik, melainkan memperkuat aspek teknologi dan jaringan birokrasi di tingkat kementerian.
“Visi kami adalah mengawinkan kemajuan teknologi dan kekuatan jaringan pusat dengan kekayaan potensi yang ada di daerah,” kata Ketua BPD KKSS Bandung tersebut.
Sebagai ilustrasi, ia menyebut Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memiliki modal kekayaan alam yang melimpah, namun masih membutuhkan sentuhan manajemen yang lebih sistematis agar bisa meledak potensinya.
“Jika antara potensi lokal, keahlian teknologi, dan kebijakan pemerintah dapat berjalan beriringan, saya optimis Pangkep akan menjadi motor penggerak ekonomi yang pesat,” tuturnya.
Menutup perbincangan, Ermaula mengingatkan para kepala daerah untuk menyediakan peta jalan investasi yang transparan dan terukur sebagai bagian dari strategi besar pembangunan wilayah.
“Pemerintah daerah wajib memiliki roadmap investasi yang tajam dan terarah. Dokumen itulah yang akan menjadi ‘daya tawar’ utama saat kita mempromosikan potensi daerah ke level nasional maupun global,” pungkasnya.
BIODATA
A. DATA PRIBADI
– Nama Lengkap : Ir. F. Ermaula Aseseang, MT, IAP
Profesi : Ahli Perencanaan Kota dan Pengembangan Daerah
– Jenis Kelamin : Pria
– Tempat/Tanggal Lahir : Makassar, 10 Desember 1962
– Agama : Islam
– Hobi : Running, Geotrekking, Badminton, Sketching, Fotografi












