News  

Dinas PU Makassar Terus Benahi Pengolahan Air Lindi TPA Tamangapa

Makassar, NusantaraInsight — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pembenahan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga pengolahan air lindi.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pengelolaan air lindi menjadi salah satu perhatian utama dalam pembenahan TPA Tamangapa. Air lindi yang berasal dari timbunan sampah harus diolah secara baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Pembenahan TPA Tamangapa dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya penataan kawasan, tetapi juga penguatan sistem pendukung, termasuk pengelolaan air lindi agar lebih terkendali,” kata Zuhaelsi, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, proses pengolahan air lindi diarahkan untuk mencapai tiga sasaran utama, yakni menjernihkan air, mengurangi bau, serta menekan kandungan zat pencemar.

Namun, Zuhaelsi menegaskan, kejernihan air secara kasatmata tidak dapat menjadi satu-satunya indikator keberhasilan pengolahan air lindi. Hasil treatment tetap harus melalui pengujian laboratorium secara berkala.

“Air yang terlihat jernih belum tentu seluruh parameternya sudah memenuhi standar. Karena itu, hasil pengolahan akan dianalisis di laboratorium untuk memastikan kandungannya sesuai dengan baku mutu lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Aliman, Alumni SMANSA yang Mengabdi di Daerah 3T

Selain pengolahan limbah cair, pembenahan juga menyasar penataan ternak sapi yang berada di kawasan TPA. Pemerintah Kota Makassar berupaya agar sapi tidak lagi mencari makan secara langsung di timbunan sampah.

Penataan tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan ternak sekaligus mendukung kebersihan dan keteraturan kawasan TPA. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut dapat dikelola dengan sistem yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.

“Targetnya bukan sekadar memperbaiki tampilan TPA, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Zuhaelsi.