News  

Denyut PGRI Sulsel: Tiga Pilar Bangkit di Siang Jumat yang Berjanji

NusantaraInsight, Makassar — Di bawah langit Makassar yang biru membentang seperti kanvas harapan, pada Jumat siang, 27 Maret 2026, Aula Mini Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel di Jl. Adhiyaksa berdenyut hidup.

Prof Dr H Hasnawi Haris, M.Hum, Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, berdiri tegar sebagai pemimpin yang merajut benang-benang program kerja tiga lembaga inti: Bendahara PGRI, Biro Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi, serta Biro Komunikasi dan Informasi.

Tiga kegiatan penting—Koordinasi Perbendaharaan PGRI Kabupaten/Kota se-Sulsel, Bimtek Digitalisasi Keanggotaan, dan Bimtek Tugas Bidang Kominfo—akan dibukanya, lahir dari rapat pleno siang sebelumnya di Warung Kopi Sija 59, Jalan Mappala di mana aspirasi pengurus mengalir seperti kopi panas yang membangunkan semangat.

Bayangkan tiga sungai yang bertemu: yang pertama, Koordinasi Perbendaharaan, mengalir deras membawa 24 bendahara dari pelosok Sulsel. Mereka berkumpul untuk merajut Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan, seperti menenun jaring aman agar harta organisasi tak tercerai-berai.

“Ini kesepakatan untuk memperlancar tata kelola,” ujar Prof Hasnawi, suaranya teguh bagai akar beringin yang menembus tanah kering.

BACA JUGA:  Keren, Alumni SMPN 1 Langnga 86, Siapkan Reuni Akbar Lintas Generasi

Sungai kedua, Bimtek Digitalisasi Keanggotaan, membawa angin segar transparansi. Di era data yang menari-nari seperti daun-daun di musim hujan, Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) PGRI Sulsel akan memvalidasi puluhan ribu guru tersebar di sabang hingga merauke Sulsel.

Wakil Sekjen PB PGRI, Wijaya Winarja—Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi—akan menyemai benih materi, menjanjikan akuntabilitas yang tak lagi kabur seperti kabut pagi.

Sungai ketiga, Bimtek Pelaksanaan Tugas Kominfo, mengalir deras menuju lautan Majalah Suara PGRI, media internal yang lama dinanti seperti rindu pulang ke tanah air.

Pengelola dari kabupaten/kota akan belajar mengelola suara-suara ranting dan cabang, memastikan penerbitan kontinyu yang menampung aspirasi, bukan sekadar kertas kosong.

Prof Hasnawi, dengan mata visioner, melihat ini sebagai kolaborasi yang menguatkan fondasi PGRI Sulsel—efisien dalam keuangan, transparan dalam data, vokal dalam komunikasi.

“Semoga bidang lain ikut merajut program Konferensi Kerja 1 PGRI Sulsel 2025, dan cabang-cabang mereplikasi di wilayah masing-masing,” harapnya, seperti petani yang menabur benih untuk panen emas kesejahteraan guru.

BACA JUGA:  PRM Bontaeng Ditarget Jadi Ranting Muhammadiyah Percontohan di Sulsel

Di aula itu, tiga kegiatan bukan sekadar rapat; ia adalah simfoni soliditas, denyut jantung PGRI yang siap membawa kesejahteraan bagi ribuan pendidik Sulsel ke ufuk baru.