Dari awal kejadian, katanya,” kami yang sedang bersedih, terus didampingi oleh para pejabat dan staf dari KKP. Juga Pak Menteri, Wakil Menteri, Dirjen, dan Direktur hadir di rumah duka. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sekali lagi kami memang kehilangan seorang kakak tercinta kami, tapi kami merasakan keluarga besar membiayai kakak kami, Deden Maulana.”
“Alhamdulillah, kemarin kami dari pihak keluarga difasilitasi untuk berangkat ke Makassar. Kami mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi yang akurat. Bahkan saya memberanikan diri untuk datang ke pos di Pangkep yang dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, menghabiskan waktu 2,5 jam. Lalu perjalanan naik motor 1,5 jam. Secara mandiri saya berangkat ke sana. Dan saya sangat merasakan bagaimana kasih sayang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berjuang untuk menemukan anak-anak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pak Yoga Naufal dan Feri Irawan. Saya juga melihat bagaimana para relawan, Polri Basarnas TNI AU bekerja keras dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban,” ujar Asep,
Pada kesempatan itu atas nama keluarga Asep menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Menteri dan Wakil Menteri KKP, Dirjen PSDKP, dan Direktur yang memimpin di lokasi dan seluruh jajaran atas upaya yang luar biasa atas pencarian, evakuasi, dukungan moril bagi keluarga, penanganan dan sampai pemakaman.
Juga Asep menyampaikan terima kasih kepada para pejabat eselon I dan II serta seluruh pegawai KKP atas dukungan luar biasa bagi keluarga Deden Maulana. Kepada seluruh pihak yang membantu, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan pihak-pihak yang mungkin tidak bisa disebut satu per satu, atas nama keluarga almarhum, Asep menyampaikan terima kasih.
Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB sebagai tanda jasa kepada mendiang dengan diberikan pangkat anumerta. Mewakili keluarga almarhum Asep Hilman Rosadi menyerahkan jenazah Deden Maulana secara simbolis kepada negara yang diterima oleh Dirjen PSDKP dr.Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M. untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Suasana penyerahan jenazah Deden Maulana semakin mengharukan ketika putra tunggal almarhum Asensio Maulana maju ke depan pelantang membacakan ayat Alquran Surah Al Insyirah di samping keranda yang berisi jasad ayahnya. Asensio Maulana tanpa suara bergetar membacakan surah Alquran tersebut dengan mahraj yang baik hingga usai.
Jenazah Deden Maulana ditemukan Tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter, setelah pesawat nahas itu jatuh akibat menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1) siang.












