News  

Coming Soon : Diskusi Buku “Ketika Kata Menjadi Mantra”

NusantaraInsight, Makassar — Sebuah diskusi buku yang sarat makna dan refleksi filosofis akan segera digelar dengan mengangkat karya terbaru berjudul “Ketika Kata Menjadi Mantra” karya Rahman Rumaday. Makassar, 25/3/2026

Diskusi ini nantinya akan menghadirkan ruang dialektika lintas perspektif, mulai dari bahasa, budaya, agama, hingga jurnalistik, dalam upaya membedah kekuatan kata dalam kehidupan manusia.

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya, yaitu

Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum (Guru Besar Filsafat Bahasa Unhas) yang akan mengupas dari perspektif bahasa dan filsafat,

Dr. Syafruddin Muhtamar, SH., MH (Akademisi UMI) dari sudut pandang budaya dan modernisasi,

Drs. Muhammad Amir Jaya (Ketua Umum DPP IPMI) yang akan menelaah melalui perspektif tasawuf dan agama,

Buku “Ketika Kata Menjadi Mantra” mengangkat sebuah pertanyaan mendasar yang kerap luput dari kesadaran manusia yakni apakah kata hanya sebatas bunyi, atau ia memiliki daya yang mampu membentuk realitas hidup? Dengan mengusung gagasan “Fakta atau Mitos?”, buku ini menggugah pembaca untuk merenungi satu keyakinan yakni “Hati manusia dibentuk oleh kata-kata yang ia percayai.”

BACA JUGA:  Rumah Zakat Sulawesi Selatan Salurkan Susu Sehat untuk 40 Anak di Parang Tambung

Berangkat dari sebuah percakapan sunyi di sebuah kamar hotel, buku ini membuka kembali rahasia lama yang nyaris terlupakan bahwa kata bukan sebatas rangkaian huruf dan suara, melainkan energi yang hidup dalam pikiran manusia. Setiap kata yang diucapkan, disadari atau tidak, perlahan membentuk cara berpikir, perasaan, bahkan arah kehidupan seseorang.

Lebih jauh, buku ini menyoroti bagaimana kalimat sederhana mampu menumbuhkan keberanian, menenangkan kegelisahan, hingga mengubah jalan hidup manusia. Dalam konteks ini, kata menjadi lebih dari sebatas alat komunikasi; ia menjelma menjadi kekuatan yang membangun atau justru meruntuhkan.

Melalui forum diskusi ini, pembaca diajak untuk menelaah lebih dalam yaitu apa yang sebenarnya terjadi ketika sebuah kata diucapkan dengan keyakinan? Apakah benar kata memiliki daya transformasi yang nyata, ataukah ia sebatas sugesti psikologis yang dibungkus makna?

Diskusi buku ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang bedah karya, tetapi juga ruang refleksi bersama tentang pentingnya kesadaran dalam berbahasa baik dalam kehidupan personal, sosial, maupun spiritual. Sebab pada akhirnya, sebagaimana ditegaskan dalam buku ini, kata memiliki dua wajah yakni ia bisa menjadi luka, dan ia bisa menjadi cahaya.

BACA JUGA:  Ketua PA Bangkalan Dewiati, S.H.,M.H: Strategi Penyelesaian Sengketa Perdata Islami Idealnya Perdamaian & Mediasi

Dan ketika ia diucapkan dengan keyakinan,
kata tak lagi sebatas bunyi
ia berubah menjadi mantra kehidupan.