Ia menyampaikan materi mengenai teknik dasar penulisan, gaya bahasa ilmiah populer, dan strategi menerbitkan buku baik melalui penerbit independen maupun institusi akademik. Ia juga membagikan pengalaman pribadi dalam mengelola naskah dari riset menjadi karya buku yang utuh dan bernilai.
Para peserta workshop terlibat aktif dalam sesi praktik dan diskusi. Mereka diminta menyusun outline buku berdasarkan hasil riset masing-masing, dengan bimbingan langsung dari narasumber dan fasilitator tim editorial PKR. Workshop ini juga memberikan ruang bagi peserta menyusun draft penerbitan book chapternya dengan mengetikkan satu persatu judul buku.
Sebutlah Andi nasRI Abduh, mahasiswa Program Doktor Bahasa Inggris akan menulis tentang “Mozaik Linguistik Sulawesi dan Kontribusinya terhadap Pengajaran Bahasa Inggris”.
Sementara Syamsul Rijal, mahasiswa program Doktor Linguistik memasukkan draft berjdul “Antara Bahasa yang Hilang dan Alat yang Terlupakan: Kajian Ekolinguistik Material Pertanian di Kabupaten Sidrap”.
(3) Ishak Rahman Boufakar, sang lelaki laut akan mengulas tentang “Marga sebagai Modal Sosial: Dinamika Identitas Bugis dalam Konteks Migrasi ke Seram Timur Maluku”.
Demikian juga Syanuwalini Syafruddin, peserta dengan urut (1) akan menulis “Resistensi Bahasa Bugis-Makassar terhadap Pengaruh Bahasa Inggris dalam Konteks Globalisasi dan Identitas Etnik”.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai testimoni yang disampaikan saat sesi diskusi dan tanya jawab.
“Saya mendapatkan banyak wawasan baru. Materi dari Pak Edo, panggilan akrab Idwar Anwar, sangat memotivasi untuk menuliskan hasil riset saya nantinya menjadi menjadi buku,” ungkap Ishak Rahman Boufakar, mahasiswa Magister Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya.
Tim PKR Arkeologi Sulawesi menegaskan bahwa workshop ini akan menjadi kegiatan rutin yang berkelanjutan, sejalan dengan misi mereka untuk memperkuat kapasitas riset dan publikasi sivitas akademika Unhas.
Kegiatan serupa juga direncanakan bagi dosen dan peneliti pemula dengan pendekatan kolaboratif lintas bidang.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan peserta serta foto bersama sebagai dokumentasi simbol keberlanjutan semangat literasi dan riset. Ini membuktikan bahwa kolaborasi riset dan kreativitas penulisan dapat berjalan seiring dalam ekosistem akademik yang dinamis.
————-
Red: @nas












