Andi Muchtar juga mengajak semua masyarakat untuk menjadikan persoalan sampah ini menjadi musuh kita semua, sehingga dapat tumbuh di hati kita kepedulian. Oleh karena itu menjaga sungai kita bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban moral dan tanggung jawab bersama untuk menjamin kualitas hidup anak cucu kita di masa yang akan datang. Tegas Andi Muchtar.
Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah bagaimana sampah di sungai. Andi Muchtar juga mengatakan festival ini bagus sekali untuk terus di tindak lanjuti, tetapi mungkin bukan hanya di acara festival, tetapi bagaimana di lapangan juga terus mengedukasi masyarakat, terutama di media sosial, karena festival ini bisa menjadi ruang untuk mengedukasi masyarakat kita yang kurang disiplin dan masih sangat rendah kesadarannya terhadap persoalan sampah. Tutup Andi Muchtar.
Aedil faizin, Ketua Panitia Dalam Festival 3 Sungai menyampaikan jika dalam kegiatan festival memiliki beberapa agenda seperti Pameran Data hasil penelitian sampah di Bulukumba, Workshop pembuatan sabun dan ecoenzym, kearifan lokal serta diskusi tentang sungai, termasuk juga akan ada performance dari beberapa Sanggar Seni dan Teater yang ada di Kabupaten Bulukumba.
Aedil faizin menyebutkan ada pemberian penghargaan bagi 10 Pegiat Lingkungan yang ada di Kabupaten Bulukumba atas kepedulian yang sudah di lakukan selama ini menjaga lingkungan.
Ada 10 Pengharagaan yang akan kami berikan bagi Tokoh pelestari Budaya,Jurnalis, Sanggar Seni Budaya, Komunitas sekolah peduli sungai, Komunitas penggerak Lingkungan dan Tokoh peduli sungai. Penghargaan yang di berikan merupakan bentuk apresiasi kami terhadap mereka yang sudah banyak melakukan upaya untuk pemulihan sungai maupun lingkungan di Kabupaten Bulukumba melalui kesenian dan pendidikan. Tambah Aedil.
Berikut penerima penghargaan dalam festival 3 Sungai Bulukumba :
1. Ahmad Darsyaf Pabotingi, Kategori Tokoh Budaya Lingkungan dengan Kegiatan menanamkan nilai nilai lingkungan melalui kesenian budaya bersama Teater Kampong.
2. Sanggar Seni Budaya Alfarabi, Kategori Kelompok Pelestari Sungai berbasis Budaya dan Kearifan Lokal dengan melakukan kegiatan Kenduri Sungai Bijawang yang memadukan kesenian dan kepedulian terhadap alam dan sungai.
3. Saparudin, Kategori Pelestari Daerah Aliran Sungai dengan kegiatan Pertanian Alami dari pupuk kimia ke pupuk alami serta tradisi kearifan lokal yg di lakukan dalam proses sebelum menanam sampai panen.
4. Arsyad Rizal, Kategori Pelestari pengetahuan Tanaman Obat Tradisional dengan kegiatan Melestarikan Tanaman Obat yang banyak tumbuh di Bira dengan membuat Sekolah Alam Mataangin.
5. Andi Fatmawati, Kategori Penggerak Komunitas Merdeka Sampah dengan kegiatan melakukan kegiatan peduli sampah di sungai dan sawah bersama dengan komunitas merdeka sampah di Desa Batukaropa.
6. Ustaz Andy Satria, kategori Dakwah Peduli Lingkungan dengan kegiatan banyak melakukan kegiatan dakwah dengan tema tema lingkungan.
7. Sri Puswandi, Kategori Tokoh Pemuda Peduli Daerah Aliran Sungai dengan kegiatan melakukan pelestarian DAS Balantieng melalui tanaman Aren dan produksi gula merah, membangun jaringan petani Aren melalui Koperasi.
8. Alfian Nawawi Warta Bulukumba, Kategori Jurnalis Peduli Lingkungan
9. SiPaling SMPN 10 Bulukumba, Kategori Sekolah Peduli Sungai dengan kegiatan melakukan kegiatan penanaman, bersih sampah dan penelitian di Sungai Balantieng kawasan Hilir.
10. Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Desa Anrang, Kategori Komunitas Peduli Sungai dengan kegiatan Inventarisasi Keanekaragaman hayati DAS Balantieng Wilayah Anrang,












